JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Renungan

Manfaat Mengingat Kematian

Di antara faedah mengingat kematian adalah:

– Mendorong diri untuk bersiap-siap menghadapi kematian sebelum datangnya.

– Memendekkan angan-angan untuk lama tinggal di dunia yang fana ini, kerana panjang angan-angan merupakan sebab paling besar lahirnya kelalaian.

– Menjauhkan diri dari cinta dunia dan redha dengan yang sedikit.

– Menguatkan keinginan pada akhirat dan mengajak untuk berbuat ta’at.

– Meringankan seorang hamba dalam menghadapi ujian dunia.

– Mencegah kerakusan dan ketamakan terhadap nikmat duniawi.

– Mendorong untuk bertaubat dan muhasabah kesalahan masa lalu.

– Melembutkan hati, membuat mata menangis, memberi semangat untuk mendalami agama dan menghapuskan keinginan hawa nafsu.

– Mengajak bersikap rendah hati (tawadhu’), tidak sombong, dan berlaku zalim.

– Mendorong sikap toleransi, mema’afkan teman dan menerima kesalahan dan kelemahan orang lain.

Perkataan Orang-Orang Arif

Al-Qurthubi r.a berkata, “Umat sepakat bahwa kematian tidak memiliki usia tertentu, masa tertentu dan penyakit tertentu. Hal ini dimaksudkan agar seseorang senantiasa waspada dan bersiap-siap menghadapinya.”

Yazid Ar-Raqqasyi r.a. berkata kepada dirinya, “Celakalah engkau wahai Yazid! Siapa orang yang akan menggantikan solatmu setelah mati? Siapa yang berpuasa untukmu setelah mati? Siapa yang memohon keredhaan Allah untukmu setelah mati? Wahai manusia! Tidakkah kamu menangis dan meratapi diri sendiri dalam sisa hidup kamu? Siapa yang dicari maut, kuburan jadi rumahnya, tanah jadi katilnya dan ulat jadi teman rapatnya, lalu setelah itu ia akan menunggu lagi hari kecemasan yang paling besar; bagaimana keadaan orang yang seperti ini nanti.?” Beliau pun kemudian menangis.

Ad-Daqqaq r.a. berkata, “Siapa yang banyak mengingat kematian, maka ia akan dimuliakan dengan tiga perkara: Segera bertaubat; Mendapatkan kepuasan hati; dan bersemangat dalam beribadah. Dan siapa yang lupa akan kematian, maka ia akan disiksa dengan tiga perkara: Menunda untuk bertaubat; Tidak merasa cukup dengan yang ada dan malas beribadah.”

Al-Hasan Al-Bashri r.a. berkata, “Sesungguhnya kematian ini telah menghancurkan kenikmatan yang dirasakan para penikmatnya. Kerana itu, carilah kehidupan yang tidak ada kematian di dalamnya.” []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: wa.me/6285860492560 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam20
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Renungan

Sering Kali Manusia Berangan-angan bahwa Ajalnya Masih Jauh

Renungan

Tidak Perlu Resah Ketika Mereka Bergelimang Harta

Renungan

Pantaskah Engkau Balas Kenikmatan yang Allah Berikan dengan Kemaksiatan?

Renungan

Takut yang Keliru

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *