JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Muslimah

Juwairiyah, Istri Nabi

Juwairiyah adalah seorang putri pemimpin Banil Musthaliq yang bernama al-Harits bin Abi Dhiraar yang sangat memusuhi Islam. Tentunya dia memiliki sifat dan kehormatan sebagai keluarga seorang pemimpin. Dia adalah gadis cantik yang paling luas ilmunya dan paling baik budi pekertinya di antara kaumnya. Rasulullah ﷺ memerangi mereka sehingga banyak kalangan mereka yang terbunuh dan wanita-wanitanya menjadi tawanan perang. Di antara tawanan tersebut terdapat Juwairiyah yang kemudian memeluk Islam, dan keislamannya itu merupakan awal kebaikan bagi kaumnya.

Tentang Juwairiyah, Aisyah mengemukakan cerita sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Saad dalam Thabaqatnya, “Rasulullah ﷺ menawan wanita-wanita Bani Musthaliq, kemudian beliau menyisihkan seperlima dari mereka dan membagikannya kepada kaum muslimin. Bagi penunggang kuda mendapat dua bagian, dan lelaki yang lain mendapat satu bagian. Juwairiyah jatuh ke tangan Tsabit bin Qais bin Samas al-Anshari.

BACA JUGA: 2 Putri Nabi yang Diceraikan 2 Putra Abu Lahab

Sebelumnya Juwairiyah menikah dengan anak pamannya, yaitu Musafi bin Shafwan bin Malik bin Juzaimah, yang tewas dalam pertempuran melawan kaum muslimin. Ketika Rasulullah ﷺ tengah berkumpul denganku, Juwairiyah datang menanyakan tentang perjanjian pembebasannya. Aku sangat membencinya ketika dia menemui beliau.

Kemudian dia berkata, “Ya Rasulullah ﷺ , aku Juwairiyah binti al-Harits, pemimpin kaumnya. Sekarang aku kini tengah berada dalam kekuasaan Tsabit bin Qais. Dia membebaniku dengan sembilan keping emas, padahal aku sangat menginginkan kebebasanku.” Beliau bertanya, “Apakah engkau menginginkan sesuatu yang lebih dari itu?” Dia balik bertanya, “Apakah gerangan itu?” Beliau menjawab, “Aku penuhi permintaanmu dalam membayar sembilan keping emas dan aku akan menikahimu.”

Dia menjawab, “Baiklah, ya Rasulullah ﷺ !” Beliau bersabda, “Aku akan melaksanakannya.” lalu tersebarlah kabar itu, dan para sahabat Rasulullah ﷺ berkata, “Ipar-ipar Rasulullah ﷺ tak layak menjadi budak-budak.” Mereka membebaskan tawanan Banil Musthaliq yang jumlahnya hingga seratus keluarga karena perkawinan Juwairiyah dengan Rasulullah ﷺ . Aku tidak pernah menemukan seorang wanita yang lebih banyak memiliki berkah daripada Juwairiyah.”

Selain itu Aisyah sangat memperhatikan kecantikan Juwairiyah, dan itulah di antaranya yang menyebabkan Rasulullah ﷺ menawarkan untuk menikahinya. Rasulullah ﷺ meminang Juwairiyah dengan mas kawin 400 dirham. Aisyah sangat cemburu dengan keadaan seperti itu. Padahal Rasulullah ﷺ berbuat baik kepada Juwairiyah bukan semata karena kecantikan wajahnya, melainkan karena rasa belas kasih beliau kepadanya.

BACA JUGA: Siapa Khadijah, Istri Nabi ﷺ yang Pertama?

Ketika Juwairiyah menikah dengan Rasulullah ﷺ , beliau mengubah namanya, yang asalnya Burrah menjadi Juwairiyah, sebagaimana disebutkan dalam Thabaqatnya Ibnu Saad, “Nama Juwairiyah binti al-Harits merupakan perubahan dari Burrah. Rasulullah ﷺ menggantinya menjadi Juwairiyah, karena khawatir disebut bahwa beliau keluar dari rumah burrah.”

Setelah Rasulullah ﷺ meninggal dunia, Juwairiyah mengasingkan diri serta memperbanyak ibadah dan bersedekah di jalan Allah SWT dengan harta yang diterimanya dari baitul mal. Ketika terjadi fitnah besar berkaitan dengan Aisyah, dia banyak berdiam diri, tidak berpihak kemanapun.

Juwairiyah wafat pada masa kekhalifahan Mu`awiyah bin Abu Sufyan, pada usianya yang keenam puluh. Dia dikuburkan di Baqi`, bersebelahan dengan kuburan istri-istri Rasulullah ﷺ yang lain. []

Dikutip dari: Amru Yusuf/ Istri Rasulullah, contoh dan teladan/Al-Islam – Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Muslimah

Adab Muslimah dalam Senyum dan Tawa Menurut Islam

Muslimah

Wanita, Kenapa Akalnya Lemah?

Muslimah

Hukum Menanggalkan Ikat Rambut ketika Mandi setelah Haid

Muslimah

Mandi Junub bagi Wanita

Leave a Reply