Level ikhlas melebihi mukhlisin. Apa bedanya? Allah Subhanahu wa taala berfirman:
وَأَحْسِنُوا ۛ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
“Dan, berbuat baiklah, sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik.” (al-Baqarah [2]: 195)
Janganlah kamu bersedih hati dan jangan pernah berhenti berbuat kebaikan, jika di planet bumi ini tidak ada orang yang menghargai dan mengapresiasi kebaikan hatimu kepada orang lain.
BACA JUGA: Ikhlas, Menurut Para Ulama
Karena, Allah Subhanahu wa taala penguasa langit dan bumi mencintai orang-orang yang berbuat baik. Ini sudah lebih dari cukup bagimu.
Ini ilmu ikhlas tingkat tinggi dan gerbang memasuki tingkatan hamba-hamba Allah yang mukhlasin.
إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ
“…kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlasin di antara mereka.” (al-Hijr [15]:40)
Tingkatan mukhlashin ( الْمُخْلَصِينَ ) lebih tinggi dari mukhlishin ( الْمُخْلِصِين) karena mukhlashin adalah orang-orang yang telah diantarkan Allah Subhanahu wa taala pada tingkatan ikhlas dalam beribadah kepada-Nya,
telah dijernihkan Allah Subhanahu wa taala dari segala polutan yang bisa mengeruhkan keikhlasannya, dan telah dipilih Allah Subhanahu wa taala untuk menaati-Nya.
Sedangkan mukhlishin adalah orang-orang yang mengikhlaskan dirinya untuk beribadah kepada Allah dan menaati-Nya.
Karakteristik Mukhlashin:
1. Selalu menjaga amal-amal saleh yang tidak terlihat dan tetap menjadi rahasia antara diri mereka dan Allah Subhanahu wa taala karena tidak pernah menceritakannya kepada siapa pun.
2. Selalu membersihkan jiwa mereka dan berusaha keras (mujahadah) untuk selalu sejalan dengan kebenaran Allah Subhanahu wa taala dan mengikutinya.
3. Totalitas (fana’) dalam mencintai Allah Subhanahu wa taala ikhlas kepada-Nya, dan tunduk kepada-Nya dalam berbagai ibadah dan ketaatan mereka.
BACA JUGA: Jika Tidak Ikhlas dalam Berinfak
4. Tidak dikuasai dan dipengaruhi setan karena pintu-pintu masuk setan ke dalam diri mereka telah ditutup Allah Subhanahu wa taala, karena mereka telah menjernihkan jiwa mereka untuk Allah Subhanahu wa taala semata, telah tersambung dengan-Nya, dan beribadah kepada-Nya dengan sebenar-benarnya ibadah.
5. Tidak menyukai sanjungan manusia, apalagi mengharap dan mencari-cari sanjungan.
6. Selalu menjaga amal-amal hati, karena bila hati baik maka seluruh amalnya pasti baik. []
Oleh: Ustaz K.H. Aunur Rafiq Saleh Tamhid, Lc. | Channel Muslim
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


