Sebagai manusia pasti tidak akan pernah lepas dari perbuatan dosa dan sebaik-baik manusia adalah yang suka bertaubat atas dosa-dosanya. Rasulullah ﷺ bersabda (yang artinya) “Setiap manusia pasti melakukan dosa, dan sebaik-baik orang yang melakukan dosa adalah orang yang bertaubat” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah).
Dari sabda Rasulullah tersebut kita bisa menarik kesimpulan bahwasannya tidak ada satu orang pun di dunia ini yang tidak melakukan dosa. Akan tetapi Rasulullah memberikan kabar gembira bagi siapa saja dari umatnya yang ingin bertaubat dari dosa dengan sebutan “sebaik-baik orang yang melakukan dosa”. Oleh karena itu, manusia yang terbaik adalah manusia yang banyak bertaubat dari dosa-dosanya.
BACA JUGA: Inilah 4 Dzikir Penghapus Dosa
Menurut para ulama, dosa dibagi menjadi dua, yaitu dosa besar dan dosa kecil. Dosa kecil ialah setiap kemaksiatan yang dilakukan karena alpa atau lalai dan tidak henti-hentinya orang itu menyesali perbuatannya, sehingga rasa kenikmatannya dengan maksiat tersebut terus memudar.
Adapun pengertian dosa besar ialah setiap dosa yang mengharuskan adanya had (hukuman) di dunia, atau yang diancam oleh Allah dengan neraka, laknat, atau murka-Nya.
Nabi Muhammad ﷺ bersabda, “Jauhilah oleh kalian tujuh dosa yang membinasakan”. Para sahabat bertanya, “Apa itu?”. Beliau menjawab, “Menyekutukan Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah kecuali dengan benar, memakan harta anak yatim, memakan riba, melarikan diri dari peperangan, menuduh berzina wanita-wanita mukminah yang suci.” (HR. Bukhari dan Muslim)
1- Syirik
Sudah sering kita mendengar perkara ini, bahkan sebagian kita mungkin saja ada yang sudah bosan mendengarnya. Memang sudah sangat sering kita mendengarkan permasalahan syirik, namun banyak dari kita yang masih saja terjerumus kedalamnya secara sadar atau tidak sadar. Padahal Allah telah berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik dan Ia mengampuni dosa yang levelnya di bawah syirik bagi siapa yang Ia kehendaki.” (QS. An Nisaa : 48).
Bahkan di dalam ayat lain, Allah mengancam pelaku kesyirikan dengan neraka, sebagaimana firman Allah (yang artinya), “Barangsiapa yang menyekutukan Allah, sungguh Allah telah mengharamkan baginya surga dan tempat kembalinya adalah neraka” (QS. Al Maa-idah : 72).
Allah dengan tegas menyatakan bahwa perkara kesyirikan merupakan sebuah perkara yang dapat menyeret pelakunya ke dalam neraka.
2- Sihir
Sihir merupakan sebuah perkara yang sudah terkenal di masyarakat. Sihir banyak sekali macamnya. Mulai dari jengges, pelet, santet, dan masih banyak lagi. Ternyata praktek ini juga sudah ada sejak zaman dahulu. Sebagaimana yang Allah ceritakan tentang peperangan Nabi Musa dengan para penyihir fir’aun di dalam surat Thaha yang berakhir dengan penyaliban para penyihir tersebut oleh fir’aun karena keimanan mereka.
BACA JUGA: Saudaraku, Perhatikan Benar-benar: Dosa Tidak Melunasi Utang
3- Membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah kecuali dengan benar
Dewasa ini, sangat mudah sekali kita menjumpai pembunuhan dengan beragam motifnya. Karena utang, perampokan, bahkan ada yang lebih parah lagi, hanya gara-gara rebutan lahan parkir, sebagian dari kita saling membunuh. Na’udzubillah.
Sudah lupakah kita dengan firman Allah Ta’ala (yang artinya), “Barangsiapa yang membunuh seorang mu’min secara sengaja, maka balasannya ialah neraka jahannam yang ia kekal didalamnya, Allah murka kepadanya dan melaknatnya. Lalu Ia akan menyiapkan siksaan yang besar.” (QS. An Nisaa : 93). []
BERSAMBUNG
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


