JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Ibadah

Hukum Membaca Al Quran Secara Terputus-Putus

Tidak mengapa kita memutus bacaan Al-Qur’an karena ada kebutuhan berbicara dengan orang lain, meski yang lebih utama adalah memilih waktu senggang yang khusus agar kita jauh lebih khusyu’ dan jauh lebih bisa mentadabburi bacaan Al-Quran kita.

Imam Abdul Aziz bin Baz pernah ditanya tentang hukum memutus bacaan Al-Qur’an karena ingin berbicara dengan orang lain beliau menjawab:

“Kami tidak mengetahui adanya larangan dalam hal itu. Kami tidak mengetahui larangan berbicara ketika seseorang sedang membaca Al-Qur’an.

BACA JUGA:  Rizki al-Quran kepada Anakku

Akan tetapi jika seseorang konsentrasi atau fokus membaca Al-Qur’an dan tidak menyibukan diri berbicara dengan orang lain maka itu lebih utama untuk memudahkan mentadabburi dan memahami Al-Qur’an.

Ini lebih utama jika memang tidak ada kebutuhan berbicara dengan orang lain.

Adapun jika ada kebutuhan untuk berbicara maka tidak mengapa insyaAllah. Ia berbicara kemudian kembali melanjutkan membaca.

Seperti menjawab salam orang yang mengucapkan salam atau menjawab suara adzan, ia diam karena ini adalah sunnah yang selayaknya dilakukan oleh orang yang beriman dan tidak boleh diremehkan.

Apabila ia mendengar adzan ia diam dan menjawab adzan kemudian ia kembali membaca Al-Qur’an ini yang utama.

Demikian pula jika ada orang mengucapkan salam kepadanya ia menjawabnya, atau mendengar orang bersin yang bertahmid maka ia mendoakannya. Atau ia ingin menyuruh istrinya melakukan sesuatu atau ada orang yang datang membutuhkan bantuan. Ini semua tidak boleh untuk dibiarkan.

Ini semua tidak mengapa.

Adapun pembicaraan yang tidak ada kebutuhannya, yang lebih utama untuk ditinggalkan agar lebih fokus membaca Al-Qur’an Dan agar lebih mudah mentadabburi dan memahami bacaan. Ini yang seharusnya dilakukan berdasarkan

BACA JUGA: Bolehkah Wanita Haid Memegang Al Quran Terjemahan?

Firman Allah ta’ala:

“Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.” (QS. Shad: 29)

Dan sudah kita fahami bersama bahwa ucapan yang tidak penting itu justru menyibukkan hati kita sekaligus mengahalangi dari tadabbur sehingga lebih utama untuk ditingalkan.” (Fatawa Syaikh Bin Baz no. 4494)

Wallahu a’lam. []

Dijawab dengan ringkas oleh: Ustadz Abul Aswad Al-Bayati حفظه الله | Bimbingan Islam

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Ibadah

12 Perkara dalam Shalat

Ibadah

Adab Mengucapkan Salam

Ibadah

3 Waktu Utama untuk Bersiwak

Ibadah

Perbedaan Shalat Lelaki dan Perempuan

Leave a Reply