JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Kajian

Pergaulan yang Dibenarkan antara Laki-laki dengan Perempuan

Pada masa Rasulullah, untuk pertemuan yang dibenarkan dan dengan alasan baik seperti kajian tidaklah terlarang dan merupakan hal wajar. Namun arti kata “bergaul” atau “bercampur” konotasinya sekarang berbeda yakni mengarah ke hubungan laki-laki dan perempuan yang diumpamakan seperti melarutnya gula atau garam dalam air.

Pergaulan antara laki-laki dan perempuan dipaparkan Yusuf Qardhawi melalui kisah-kisah berikut.

1- Muslimah selalu mengikuti majelis taklim Nabi ﷺ. Pertanyaan yang canggung akan disampaikan melalui Aisyah.

2- Muslimah zaman rasul menuntut akses belajar kepada Rasulullah dan dengan terbuka berkata, “Ya Rasulullah, kaum laki-laki telah merebut sepenuhnya kehadiranmu, jadi berikan satu harimu untuk kami”.

BACA JUGA:  Anak Perempuan, Sumber Pahala yang besar

3- Umi Atayya menyebutkan, ”Aku pergi bersama tujuh gerakan tentara bersama Nabi SAW. Aku menjaga perbekalan pejuang, menyiapkan makanan, mengobati yang terluka dan merawat yang sakit”.

4- Anas ra. bercerita, “Pada hari pertempuran Uhud, Aisyah dan Umi Salim dengan lengan baju bergulung membawa air dalam kantung kulit di punggung mereka dan menuangkan isinya ke mulut prajurit yang terbuka”.

5- Imam Ahmad menyampaikan, “Enam perempuan mukmin berada dalam pasukan yang mengepung Khaibar, tugas mereka adalah membagikan panah kepada para pejuang, menyiapkan makanan, memasak air, merawat yang luka, mendorong semangat dan membantu (mendakwahkan tentang) ketentuan Allah. Hingga akhirnya, Nabi ﷺ membagi rampasan perang untuk mereka”.

6- Anas menceritakan, “Suatu hari, Nabi ﷺ tidur siang hari di rumah Umi Hiram. Ketika terbangun, beliau tertawa, sehingga Umi Hiram bertanya, ‘Apa yang membuatmu tertawa, Nabi Allah?’ Nabi bersabda: ‘Aku telah melihat beberapa orang dari kaumku pergi bertempur demi Allah, menyebrangi lautan. Di sana ada raja-raja yang menduduki tahta’. Umi Hiram menjawab, ‘Wahai utusan Allah, doakan kepada Allah agar aku termasuk di dalamnya’ . Kemudian nabi mendoakannya”. Umi Hiram berlayar bersama suaminya ke Siprus pada pemerintahan Usman dan gugur di atas punggung kuda.

7- Ibnu Katsir mengutip mengisahkan dalam pemerintahan Umar terdapat kisah yang amat terkenal yakni perdebatan di depan umum antara Umar r.a. dengan seorang perempuan perihal mahar. Argumen perempuan tersebut meyakinkan Umar. Selain itu, selama masa pemerintahannya Umar juga menunjuk perempuan sebagai pengawas pasar yakni Asy Syifa binti Abdullah.

BACA JUGA: 2 Orang Lelaki yang Bermualamah di Zaman Salaf

8- Kisah nabi Musa bertemu dengan dua orang putri dari seorang laki-laki tua di Madyan (Q.S. Al Qashas: 23-26), Kisah Maryam (Q.S. Ali Imran: 3) dan Kisah Ratu Balqis (Q.S. An Naml: 32-34, Q.S. Al Hajj: 42-44) sebagai kisah teladan dalam pergaulan laki-laki dan perempuan.

9- Pemingitan perempuan dalam pandangan Islam merupakan bentuk hukuman bukan ciri wanita terhormat (Q.S. An Nisaa’:90).

Firman Allah SWT, “Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat dari urusan (agama) itu, maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang yang tidak mengetahuinya. Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu sebagain mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain , dan Allah adalah pelindung orang-orang yang bertakwa” (Q.S. Al Jatsiyah: 18-19). []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Kajian

4 Keburukan

Kajian

Aurat Lelaki

Kajian

4 Bicara tanpa Pahala

Kajian

Bagaimana Kita Merealisasikan Tauhid yang Sebenarnya?

Leave a Reply