JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Ibadah

9 Adab Berjalan (2-Habis)

SEBELUMNYA

4- Tak menoleh ke belakang

Dalam Shahiihul Jaami dikisahkan bahwa Nabi Muhammad SAW apabila berjalan tidak menoleh ke belakang. Menoleh ke belakang saat berjalan dapat membuat seseorang bertabrakan, tergelincir serta bisa juga dicurigai oleh orang yang melihatnya.

5- Tak berpura-pura lemah ketika berjalan

Berpura-pura lemah ketika berjalan dengan maksud untuk dilihat orang lain dilarang dalam Islam. Selain itu, juga tak boleh berpura-pura sakit ketika berjalan, karena dapat mengundang kemarahan Allah SWT.

BACA JUGA:  Adab Mendoakan Orang Lain

6- Berjalan dengan kuat

Setiap Muslim harus berjalan dengan tegap seperti yang dicontohkan Nabi SAW. Menurut Syekh Sayyid Nada, cara berjalan seperti Rasulullah SAW lebih dekat kepada roh Islam.

‘’Mukmin yang kuat lebih dicintai Allah SWT, dibandingkan mukmin yang lemah,’’ kata Syekh Sayyid Nada.

7- Menghindari cara berjalan yang tercela

Contoh berjalan yang tercela itu antara lain; berjalan dengan sombong dan takabur, berjalan dengan gelisah dan gemetaran; berjalan dengan loyo seperti orang sakit; berjalan meniru lawan jenis; berjalan terburu-buru dan terlalu cepat; serta berjalan seakan-akan melompat.

8- Tidak berjalan dengan satu sandal

Rasulullah SAW bersabda, ‘’Apabila salah seorang dari kalian memakai sandal, maka hendaknya memulai dari yang kanan. Apabila ia melepasnya, maka mulailah dari yang kiri. Pakailah kedua-duanya atau lepaskanlah kedua-duanya.’’

BACA JUGA:  10 Adab Berdoa

9- Bertelanjang kaki sesekali waktu

bertelanjang kaki termasuk tanda tawadhu di hadapan Allah SWT. Dalam sebuah hadis disebutkan, ‘’Nabi SAW memerintahkan kami agar kadang kala bertelanjang kaki.’’ (HR Ahmad, Abu Dawud dan an-Nasa’I).

Menurut Syekh Sayyid Nada, bertelanjang kaki adalah perkara yang baik, syaratnya tidak terdapat najis pada tanah serta sesuatu yang dapat menyakiti kedua telapak kaki. []

Referensi: Ensiklopedi Adab Islam Menurut Alquran dan Sunah/Karya: Syekh Sayyid Nada/Penerbit: Pustaka Imam asy-Syafi\’i/Tahun: 2009

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Ibadah

Cara Sujud dalam Shalat yang Benar

Ibadah

Membaca Quran Itu

Ibadah

Bolehkah Lakukan Shalat Dhuha dengan Niat untuk Dapatkan Rezeki?

Ibadah

Apa Hukum Berdoa dengan Mengangkat Kedua Tangan antara Adzan dan Iqamah?

Leave a Reply