JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Sirah

2 Menantu Rasulullah Ini Ternyata Anak dari Abu Lahab

Imam Hasan Al-Bashri

Dalam lembaran sirah Nabawiyah, terdapat kisah yang jarang diangkat, namun sarat dengan hikmah tentang keteguhan, permusuhan jahiliyah, serta pertolongan Allah kepada Nabi-Nya. Kisah itu adalah tentang dua menantu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang ternyata merupakan putra dari Abu Lahab, salah satu tokoh Quraisy yang paling keras memusuhi dakwah Islam.

Sejak masa sebelum kenabian, hubungan keluarga antara Bani Hasyim dan Bani Abdul Muthalib cukup dekat. Pada masa itu, kedua putra Abu Lahab—‘Utbah dan ‘Utaibah—dinikahkan dengan dua putri Rasulullah ﷺ, yaitu Ruqayyah dan Ummu Kultsum. Pernikahan ini berlangsung ketika dakwah belum dimulai dan suasana Makkah masih tenang. Tidak ada satu pun yang menduga bahwa hubungan keluarga ini akan berubah menjadi catatan sejarah penuh ujian.

BACA JUGA:  Kesabaran Rasulullah

Namun, ketika wahyu pertama turun dan Rasulullah ﷺ mulai menyeru kaumnya kepada tauhid, Abu Lahab menjadi orang pertama yang memperlihatkan permusuhan terang-terangan. Sejak turunnya Surah Al-Lahab, kebencian Abu Lahab mencapai puncaknya. Dalam amarah dan kedengkian, ia memaksa kedua putranya untuk menceraikan putri-putri Rasulullah ﷺ. Ia berteriak pada mereka, “Kepala kalian haram bagiku jika kalian tidak menceraikan putri Muhammad!”

Akhirnya, ‘Utbah menceraikan Ruqayyah, sedangkan ‘Utaibah menceraikan Ummu Kultsum. Mereka tunduk pada tekanan ayah mereka, dan perceraian itu terjadi dalam suasana penghinaan terhadap keluarga Nabi. Bahkan ‘Utaibah berani menghina Rasulullah ﷺ dengan ucapan buruk, sehingga Nabi mendoakannya agar Allah membalas perbuatannya. Doa Nabi terkabul: ketika ‘Utaibah sedang dalam perjalanan dagang, seekor singa menerkam dan membunuhnya.

Di balik peristiwa pahit itu, Allah mengganti bagi putri-putri Rasulullah pasangan yang jauh lebih mulia. Ruqayyah kemudian menikah dengan Utsman bin Affan, seorang bangsawan Quraisy yang lembut dan dermawan. Ruqayyah dan Utsman dikenal sebagai pasangan penuh keimanan yang berhijrah dua kali: ke Habasyah dan kemudian ke Madinah.

BACA JUGA:  Penghinaan untuk Abu Lahab dan Istrinya

Setelah Ruqayyah wafat, Rasulullah ﷺ menikahkan Ummu Kultsum dengan Utsman, sehingga ia mendapat gelar Dzul-Nurain—pemilik dua cahaya—karena menikah dengan dua putri Rasulullah ﷺ.

Kisah ini mengajarkan bahwa ujian akan selalu ada dalam dakwah, bahkan dari keluarga sendiri. Namun Allah mengganti setiap pengorbanan dengan sesuatu yang lebih baik. Ulama salaf berkata, “Barang siapa meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah menggantinya dengan yang lebih baik darinya.”

Dari kisah dua menantu Rasulullah yang merupakan putra Abu Lahab ini, kita belajar bahwa kedudukan di sisi Allah tidak dinilai dari nasab atau hubungan keluarga, tetapi dari iman dan ketaatan. Abu Lahab binasa meski masih paman Nabi, sedangkan Utsman dimuliakan karena ketulusannya. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Sirah

Umar bin Khattab Memanggul Tepung dan Minyak

Sirah

Baiat Aqabah Kedua

Sirah

Kisah Sa'id bin Amir Al-Jumahi

Sirah

Keutamaan Khadijah Binti Khuwailid