Islam mengajarkan adab bagi muslim dalam bertamu. Islam juga mengajarkan kepada setiap muslim agar senantiasa memuliakan tamu sebagaimana hadis Rasulullah ﷺ:
“Dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah dia memuliakan tamunya.” (HR Bukhori dan Muslim)
Berikut aturan silaturahmi bertamu dalam Islam:
1- Menggunakan pakaian yang rapi dan sopan
Dengan menggunakan pakaian yang rapi, berarti Anda menghargai diri sendiri dan tuan rumah. Tamu dengan pakaian rapi dan sopan akan lebih diapresiasi oleh tuan rumah.
Sebagaimana firman Allah SWT:
“Jika kamu berbuat baik, kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, [kamu melakukannya] untuk dirimu sendiri. Kemudian ketika janji terakhir datang, [Kami mengirim musuhmu] untuk membuat wajahmu sedih dan memasuki bait suci di Yerusalem, seperti yang mereka masuki pertama kali, dan untuk menghancurkan apa yang telah mereka ambil alih dengan kehancuran [total].” (QS Al Isra’: 7)
BACA JUGA: Adab Memuliakan Tamu dalam Islam (1)
2- Adab silaturahmi bertamu: Ketuk pintu tiga kali
Ketuk pintu tiga kali, jika tidak ada jawaban, Anda harus pulang. Sebagaimana Nabi bersabda:
“Minta izin tiga kali, jika diizinkan masuk, jika tidak pulang.” (Bukhori dan Muslim)
Meminta izin dengan mengetuk pintu tiga kali, telah dijelaskan dalam Al-Qur’an:
“Dan jika kamu tidak menemukan seorang pun di dalamnya, janganlah kamu memasukinya sampai kamu diberi izin. Dan dikatakan kepada Anda, “Kembalilah” lalu kembalilah; itu lebih murni bagimu. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS An-N u r : 28)
3- Minta izin dan ucapkan salam sebelum masuk rumah
Allah SWT berfirman : “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah-rumah selain rumah-rumahmu sendiri sampai kamu yakin menyambut dan menyapa penghuninya. Itu yang terbaik untukmu; mungkin Anda akan diingatkan.” (QS An-N u r : 27)
Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa ada seorang laki-laki meminta izin ke rumah Nabi Muhammad ﷺ selama dia berada di rumah itu.
Dia berkata, “Bolehkah saya masuk?”
Rasulullah ﷺpun mengajarinya bagaimana cara meminta izin dan memberitahu dia untuk mengatakan “Assalam u ‘alaikum, boleh aku masuk?”
Orang itu mendengar apa yang diajarkan Nabi, lalu dia berkata, “Assalamu’alaikum, bolehkah saya masuk?” Nabi memberinya izin dan mempersilakannya masuk.” (HR Abu Daud)
Pelajaran penting meminta izin sebelum masuk rumah adalah menjaga pandangan, sebagaimana sabda Nabi :
“Meminta izin dijadikan kewajiban karena bisa menjaga mata.” (HR Bukhori dan Muslim)
BACA JUGA: 5 Adab Bercanda
4- Tidak boleh mengintip ke dalam rumah
Meski niat Anda hanya untuk memastikan ada atau tidaknya seseorang di dalam rumah, namun Anda tetap tidak diperbolehkan mengintip ke dalam rumah.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Dari Sahal bin Saad mengatakan, ada seorang pria yang mengintip dari lubang di pintu Rasulullah ﷺ rumah dan pada saat itu, ia menyisir hi s rambut. Kemudian Rasulullah ﷺ bersabda: “Jika aku tahu kamu mengintip, aku akan menutup matamu. Sesungguhnya Allah memerintahkan untuk meminta izin karena dapat menjaga mata.” (HR Bukhori)
Dalam riwayat lain dikatakan:
“Barangsiapa yang melihat ke dalam rumah orang tanpa izin mereka, maka kamu boleh mencungkil matanya tanpa harus membayar diyat dan tanpa qishas.” (HR Muslim dan Fathul Bari) []
BERSAMBUNG
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


