JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Kajian

5 Hal yang Harus Dihindari agar Shalat Khusyuk (1)

Shalat, Rawatib, Shalat Khusyuk, Kesalahan ketika Salam dalam Shalat, Bacaan Duduk di Antara 2 Sujud

Shalat merupakan ibadah yang dilaksanakan setiap hari secara rutin dan teratur oleh setiap muslim. Namun, dalam prakteknya, terkadang shalat dilakukan secara terburu-buru, tidak tukmaninah dan tidak khusyu.

Padahal, khusyu dalam shalat membuat ibadah terasa nikmat. Lantas, bagaimana agar shalat bisa lebih khusyu?

1- Jangan menahan hadas

Kita mungkin pernah merasakan betapa tak nyamannya menahan buang air kecil atau buang air besar, rasanya sulit untuk berkonsentrasi pada saat itu. Terlebih saat akan melakukan shalat. Oleh karena itu, Rasulullah ﷺ menganjurkan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut sebelum memulai sholat agar shalat menjadi khusyu.

BACA JUGA:  Keistimewaan Shalat Shubuh

Seperti disabdakan Rasulullah ﷺ:

“Tidak ada shalat jika makanan telah dihidangkan dan tidak pula dalam keadaan menahan dua hal yang buruk (maksudnya kencing dan buang air besar).” (HR. Muslim)

Tapi jika dirasa mendesak, maka tak dilarang apabila shalat sambil menahannya. Sebagaimana Imam Nawawi juga membahas hal ini, “Menahan kencing dan buang air besar (termasuk pula kentut) mengakibatkan hati seseorang tidak konsen di dalam shalat dan khusyuknya jadi tidak sempurna. Menahan buang hajat seperti itu dihukumi makruh menurut mayoritas ulama Syafi’iyah dan juga ulam lainnya. Namun bila waktu sempit untuk shalat, misalnya jika makan atau bersuci bisa keluar dari waktu sholat, maka (walau dalam keadaan menahan kencing) tetap shalat di waktunya dan tidak boleh ditunda.”

2- Melaksanakan shalat saat makanan telah dihidangkan

Shalat hendaknya dilakukan dalam kondisi tenang dan jauh dari hal-hal yang mengganggu kekhusyukan. Seperti rasa lapar ataupun haus. Kita mungkin sering dilema saat lapar melanda, namun azan telah berkumandang, maka mana yang harus didahulukan?

Dalam hal ini, Rasulullah ﷺ bahkan menganjurkan untuk makan terlebih dahulu meskipun shalat hampir dilaksanakan. Sebagaimana hadis berikut:

BACA JUGA:   Waktu Shalat Fajar, Kapan?

“Jika shalat hampir ditegakkan (iqamah sudah dikumandangkan) sedangkan makan malam telah dihidangkan, maka dahulukanlah makan malam.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kalangan ulama memandang hadis tersebut tak mutlak harus dilakukan, kecuali memang saat dalam kondisi perut yang sangat lapar. Jika tidak dalam kondisi lapar, maka hendaknya mendahulukan shalat. []

BERSAMBUNG

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Kajian

Apakah Basmalah Termasuk Ayat dalam Surat Al-Fatihah?

Kajian

Orang yang Bermaksiat Terang-terangan

Kajian

3 Sebab Futur

Kajian

Apa Saja yang Membatalkan Shalat?