Sebelum masuk Islam, Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu dikenal sebagai salah satu tokoh Quraisy yang paling keras menentang dakwah Nabi Muhammad ﷺ. Beliau adalah pemuda yang gagah, tinggi besar, ahli bela diri, dan sangat disegani. Keberaniannya membuat banyak orang Quraisy segan, sementara kaum Muslimin awal merasa terancam olehnya.
Umar berasal dari Bani Adi, salah satu kabilah terpandang di Makkah. Seperti kebanyakan bangsawan Quraisy pada masa itu, Umar memegang teguh tradisi nenek moyang dan memandang Islam sebagai ancaman. Tidak hanya menentang, Umar bahkan pernah menyiksa kaum Muslimin yang lemah, di antaranya budak-budak yang memeluk Islam.
Niat Membunuh Nabi Muhammad ﷺ
Suatu hari, Umar yang telah muak mendengar perkembangan Islam, mengambil keputusan ekstrem: membunuh Rasulullah ﷺ. Ia pun membawa pedangnya dan berjalan menuju tempat Nabi berada. Namun di tengah jalan, Umar bertemu dengan Nu‘aim bin Abdullah, seorang sahabat yang telah masuk Islam secara sembunyi-sembunyi.
BACA JUGA: Umar bin Khattab: Zuhudnya Sang Khalifah, Dermawannya Sang Penerus
Nu‘aim, yang mengetahui niat Umar, berkata dengan nada menggugah: “Apakah engkau akan membunuh Muhammad, sementara keturunan Bani Abdi Manaf akan menuntut darahnya? Lebih baik kau urus dulu keluargamu sendiri. Adikmu Fatimah binti Khattab dan suaminya Sa‘id bin Zaid sudah masuk Islam.”
Berita ini membuat darah Umar mendidih. Seketika ia mengubah arah langkahnya menuju rumah adiknya.
Amarah yang Membuka Hidayah
Saat tiba di rumah Fatimah, Umar mendengar bacaan ayat-ayat Al-Qur’an yang dibaca oleh Khabbab bin Al-Aratt, guru yang mengajarkan Islam kepada Fatimah dan suaminya. Begitu masuk, Umar langsung memukul Sa‘id bin Zaid. Fatimah mencoba melindungi suaminya, namun justru mendapat tamparan keras hingga wajahnya berdarah.
Melihat darah di wajah adiknya, hati Umar mulai luluh. Pandangannya kemudian tertuju pada lembaran yang berisi ayat Al-Qur’an tadi. Ketika hendak mengambilnya, Fatimah menahan sambil berkata: “Al-Qur’an ini suci. Engkau tidak boleh menyentuhnya sebelum mandi.”
Umar pun menuruti perintah itu. Setelah mandi, ia membaca ayat-ayat dari Surah Thaha (20:14-16). Kalimat-kalimat itu mengguncang hatinya: seruan untuk menyembah Allah semata, larangan menyekutukan-Nya, dan peringatan tentang hari kiamat. Air mata pun menetes di pipinya.
“Tunjukkan aku kepada Muhammad,” ujarnya kepada Fatimah.
Pertemuan yang Mengubah Segalanya
Umar pun pergi ke rumah Al-Arqam bin Abi Al-Arqam, tempat Nabi ﷺ dan para sahabat berkumpul. Ketika melihat Umar datang dengan pedang, para sahabat merasa khawatir. Namun Rasulullah ﷺ berkata dengan tegas: “Biarkan dia masuk.”
Begitu masuk, Umar langsung berkata: “Aku datang untuk beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.”
Takbir pun bergema di rumah Al-Arqam. Sejak saat itu, Umar menjadi salah satu benteng terkuat Islam. Dengan keberaniannya, ia mengusulkan agar kaum Muslimin beribadah secara terang-terangan di Masjidil Haram. Langkah ini menandai perubahan besar bagi dakwah Islam di Makkah.
BACA JUGA: Keimanan Abu Bakar yang Luar Biasa
Umar dalam Perjuangan Islam
Keislaman Umar menjadi titik balik sejarah. Rasulullah ﷺ bahkan pernah berdoa: “Ya Allah, muliakanlah Islam dengan salah satu dari dua Umar: Umar bin Khattab atau Amr bin Hisyam (Abu Jahal).” (HR. At-Tirmidzi, no. 3681)
Doa itu terkabul untuk Umar bin Khattab. Selama hidupnya, Umar menjadi salah satu sahabat paling berpengaruh. Setelah wafatnya Abu Bakar ash-Shiddiq, Umar diangkat sebagai Khalifah kedua (634–644 M). Masa kepemimpinannya dikenal dengan keadilan, ketegasan, dan perluasan wilayah Islam yang pesat, dari Persia hingga Mesir.
Umar wafat setelah ditikam oleh Abu Lu’lu’ah al-Majusi ketika sedang memimpin shalat Subuh. Meski jasadnya tiada, warisannya sebagai pejuang dan pemimpin adil tetap dikenang sepanjang zaman. []
Referensi:
Ibnu Hisyam, As-Sirah An-Nabawiyah, jilid 2.
Ibnu Katsir, Al-Bidayah wan Nihayah, jilid 3.
At-Tirmidzi, Sunan At-Tirmidzi, no. 3681.
Al-Bukhari, Shahih al-Bukhari, Kitab Fadhail Ash-Shahabah.
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


