JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Baiti Jannati

Menumbuhkan Karakter Anak Usia 0-2 Tahun

Ayah dan Bunda, harus diakui bahwa kita sedang mengalami krisis moral. Berbohong, menipu, berbuat curang, dan free sex adalah penyakit yang menyebar di kalangan masyarakat saat ini. Perbuatan-perbuatan amoral tersebut menjadi momok yang menakutkan, tidak terkecuali bagi dunia Islam yang juga tidak dapat menghindari penyakit-penyakit tersebut.

Bahkan, banyak di antara orang-orang Islam saat ini yang memiliki kepribadian ganda. Perkataan dan perbuatannya berbeda. Kita bisa menemukan orang muslim yang rajin beribadah dan berzikir. Tapi, ketika bekerja dan berbisnis, ia adalah orang yang zalim dan tidak punya etika.

Padahal, akhlak yang baik adalah misi utama ajaran Islam sebagaimana yang Allah firmankan.

هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولًا مِّنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِن كَانُوا مِن قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُّبِينٍ

“Dialah Allah yang mengutus seorang Rasul kepada kaum yang buta huruf, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, menyuci-kan (men-tazkiyah) mereka, dan mengajarkan mereka Kitab dan Hik-mah (Sunah). Dan sebelumnya mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata.” (QS. Al-Jumu’ah: 2)

BACA JUGA: Mendidik Ruhiyah Anak Usia 3 Tahun ke Atas

Maksud ‘menyucikan’ atau ‘men-tazkiyah’ dalam ayat tersebut adalah memperbaiki, membersihkan, dan mengembangkan. Sebagaima-na kata ‘zakat’ yang juga berarti membersihkan, menginvestasikan, dan mengembangkan. Nah, karakter atau akhlak yang terpuji adalah hasil dari pengembangan ruh, jiwa, dan akal secara optimal.

Kelembutan dan Kasih Sayang

Kelembutan dan kasih sayang adalah salah satu kebutuhan utama buah hati yang sedang menyusui. la akan merasakan kasih sayang yang tulus ketika berada di dekapan Bunda la bisa membaca senyuman dan gurat kebahagiaan Bunda, sebagaimana ia juga dapat membaca raut pengasuhnya (babysitter) yang dingin dan tak bahagia. Bahkan, buah hati mungil Ayah dan Bunda juga akan gelisah ketika melihat bundanya sakit meski Bunda sudah berusaha untuk menyembunyikan rasa sakit itu.

Oleh karena itu, Ayah dan Bunda harus sering menampakkan rasa cinta kepada buah hati dengan ciuman, pelukan, atau candaan. Ketulusan Ayah dan Bunda dalam melakukannya akan memenuhi kebutuhan buah hati atas rasa kasih sayang, rasa aman, dan rasa dihargai.

Allah pun telah menjadikan cinta dan kasih ini sebagai naluri bagi kita orangtua. Maka, kita harus benar-benar berhati-hati agar sang bayi tidak merasakan kebencian dari diri kita dalam bentuk apapun. Bahkan, jangan sampai kezaliman orang lain kepada kita mengha-langi kita untuk memberikan kasih sayang kepada buah hati pada fase ini.

Disiplin

Setelah menanamkan nilai kasih sayang dalam diri buah hati, ta-hapan pendidikan karakter selanjutnya adalah mendidiknya agar dapat menahan dan mengontrol keinginan – dengan kata lain mendisiplinkan diri. Sikap disiplin ini adalah benih yang ada di dalam fitrah anak. Ayah dan Bunda wajib untuk mengembangkannya di mulai dengan hal-hal berikut.

Bunda harus menyusui buah hati sesuai jadwal yang diteritukan, bukan saat setiap kali ia menangis. Sebab, menyusuinya tanpa jad-wal yang tetap atau menyusuinya setiap kali ia menangis dapat merusak perkembangan fitrah disiplin yang ada dalam diri buah hati. Namun, bukan berarti juga Bunda membiarkan ia menangis begitu saja. Bunda bisa mencoba bercanda dengannya, menggendongnya, atau bermain dengannya. Asalkan tidak memberi ASI kepada buah hati kecuali pada waktu yang sudah ditetapkan.

Frekuensi menyusui bayi berbeda-beda sesuai dengan usianya. Saat baru lahir, frekuensinya cenderung tinggi. Bunda bisa menyusuinya berkali-kali dalam sehari. Kemudian seiring dengan bertambahnya usia, frekuensinya bisa berkurang. Hingga pada akhirnya, Bunda me-nyusui buah hati hanya satu kali per hari sebelum ia mulai disapih.

BACA JUGA: Melatih Ibadah pada Anak

Selain disiplin dalam memberi ASI, Ayah dan Bunda bisa membiasakan buah hati untuk buang air pada waktu tertentu, dengan cara tertentu, dan di tempat tertentu. Kebiasaan ini bisa diterapkan pada buah hati setelah usianya di atas satu tahun.

Itulah dua karakter yang mesti Ayah dan Bunda tanamkan pada buah hati ketika ia dalam fase timangan. Kasih sayang di satu sisi dan disiplin di sisi yang lain. Keduanya seperti dua garis sejajar dalam dirinya yang harus dikembangkan secara bersamaan. Kasih sayang berfungsi untuk mendorong nalurinya, sedangkan disiplin berfungsi untuk mengendalikan dorongan naluri tersebut saat diperlukan. Itulah desain fitrah manusia. []

Sumber: Rumahku Madrasah Pertamaku / Penulis: Dr. Khalid Ahmad Syantut / Penerbit: Maskana Media / Cetakan Kedua, Januai 2009

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Baiti Jannati

Ajarkan Anakmu Surat Al-Fatihah

Baiti Jannati

Karena Keshalehan, Allah akan jaga Anak dan Cucunya

Baiti Jannati

Dakwah pada Orangtua

Baiti Jannati

Mengembangkan Hati Nurani Anak