JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Baiti Jannati

Menjaga Kejujuran Orangtua di Hadapan Anak

Abu Hanifah

Tidak sedikit orangtua yang tanpa sadar memilih jalan pintas ketika ingin menenangkan atau mendapatkan perhatian anak-anaknya. Cara praktis seperti menakut-nakuti dengan sesuatu yang sebenarnya tidak ada, atau menjanjikan hadiah tanpa kejelasan, seringkali dianggap sebagai solusi cepat.

Padahal, di balik kebiasaan itu tersimpan bahaya besar yang bisa berbekas dalam karakter anak hingga dewasa.

Anak, terutama di usia dini, berada pada masa yang sangat kuat dalam meniru. Mereka merekam setiap ucapan, sikap, dan perilaku orangtua, lalu menjadikannya pedoman. Sosok terdekat dalam hidup mereka, yaitu ayah dan ibu, menjadi cermin utama untuk membentuk kepribadian. Jika orangtua sering berdusta, meskipun dalam hal kecil, anak akan menganggapnya sebagai sesuatu yang wajar.

BACA JUGA:  Jangan Lupa Doakan Orangtuamu di Bulan Ramadhan Ini

Rasulullah ﷺ dengan tegas mengingatkan tentang hal ini. Dari Abu Hurairah radiyallaahu ‘anhu, beliau bersabda: “Barangsiapa yang mengatakan pada seorang anak kecil, ‘Kemarilah aku beri sesuatu.’ Namun dia tidak memberinya, maka itu adalah suatu kedustaan.” (H.R. Ahmad)

Hadis ini menunjukkan betapa seriusnya perkara kejujuran, bahkan terhadap anak kecil sekalipun. Islam mengajarkan bahwa dusta tetaplah dusta, tidak peduli kepada siapa ia ditujukan. Maka dari itu, orangtua perlu berhati-hati dalam setiap ucapan, meskipun hanya sekadar bercanda.

Bahaya dusta bukan hanya pada hilangnya kepercayaan anak kepada orangtuanya, tetapi juga tertanamnya kebiasaan buruk yang kelak mereka praktikkan dalam kehidupan. Anak yang terbiasa mendengar janji kosong bisa tumbuh menjadi pribadi yang meremehkan kejujuran. Ia mungkin mudah berjanji tanpa menepati, atau merasa wajar untuk berbohong demi kepentingan sesaat.

BACA JUGA:  Menumbuhkan Karakter Anak Usia 0-2 Tahun

Sebaliknya, jika anak tumbuh dalam lingkungan penuh kejujuran, ia akan belajar untuk menjunjung tinggi amanah. Sikap ini kelak menjadi bekal penting dalam membangun hubungan sosial, berinteraksi dengan sesama, serta beribadah kepada Allah dengan hati yang bersih.

Orangtua sebaiknya menanamkan adab kebaikan dalam segala situasi. Tidak perlu menakut-nakuti anak dengan hal yang tidak nyata, cukup dengan pendekatan yang bijak. Jika memang ingin memberikan hadiah, berikan sesuai janji atau jangan pernah menjanjikan yang tidak mampu ditepati.

Kita adalah cermin bagi anak-anak. Apa yang mereka lihat dari kita akan dipantulkan dalam perilaku mereka. Maka menjaga ucapan dan sikap bukan hanya untuk diri kita, melainkan juga untuk generasi setelah kita. Kejujuran yang terjaga sejak dini akan menjadi cahaya bagi perjalanan hidup anak di masa depan. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Baiti Jannati

Fitnah Anak dan Harta

Baiti Jannati

2 Jenis Suami

Baiti Jannati

Didik Anak Menuju Masjid Sebelum Menuju Sekolah

Baiti Jannati

Akikah: Tanggung Jawab Ayah dan Anjuran Bagi Anak yang Belum Diaqiqahi