Saya merenung tentang kecenderungan nafsu terhadap segala hal yang dilarang. Ternyata semakin kuat larangan, semakin kuat pula keinginan untuk melakukan. Apa yang terjadi pada Nabi Adam tatkala dilarang memakan buah terlarang? Dia sangat cenderung untuk memakan buah khuldi, padahal masih sangat banyak pohon yang lain.
Pepatah mengatakan, “Seseorang cenderung pada yang dilarang dan sangat rindu dengan apa yang belum tercapai.”
BACA JUGA: Memuliakan Waktu
Dikatakan, “Jika manusia dicegah untuk tidak makan, mereka akan mampu bersabar. Namun, jika disuruh untuk ti dak menyembelih unta, pastilah mereka selalu berusaha melakukannya. Mereka akan berkata, ‘Kami dilarang dari suatu hal, pastilah ada sesuatu di balik itu.”
Dikatakan pula: Yang paling digemari manusia ialah yang paling terlarang.
Setelah saya telusuri, ada dua penyebabnya.
Pertama, nafsu tak bisa bersabar jika dibatasi. Telah cukup baginya pembatasan yang bersifat ragawi. Jika ruh-maknawinya dibatasi pula, ia akan memberontak. Oleh karena itu, jika seseorang duduk saja di rumahnya atas kemauan sendiri, ia tidak akan merasa kesulitan. Namun, jika diperintahkan, “Janganlah engkau keluar rumah hari inil”, sang waktu akan terasa lama berjalan.
BACA JUGA: Mulianya Kekayaan dan Hinanya Kefakiran
Kedua, sangat sulit baginya untuk dikungkung dalam sebuah batasan hu-kum. la akan terus tenggelam dalam hal-hal yang haram, bahkan seringkali tidak menikmati yang mubah, menjadi hamba bagi segala yang haram, dan cepat terpengaruh olehnya. []
Sumber: Shaidul Khatir, Cara Manusia Cerdas Menang dalam Hidup, karya Imam Ibnu Al Jauzi, Penerbit Maghfirah Pustaka, Cetakan Juni 2022
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


