Allah SWT memaklumatkan kepada hamba-hamba-Nya sejak empat belas abad silam bahwa kiamat itu dekat, dan kejadiannya hampir tiba. Allah berfirman, “Telah dekat (datangnya) saat itu dan bulan telah terbelah. ”
Terbelahnya bulan adalah salah satu tanda yang menunjuk-kan dekatnya kiamat. Karena kiamat telah dekat sekali, Alquran melukiskan bahwa kiamat telah datang, “Telah datang perintah Allah (kiamat), maka janganlah kau minta dipercepat. ”
Seandainya manusia meyakini apa yang diturunkan Allah dengan hati yang jernih dan akal terbuka, niscaya mereka dapat mengontrol dan menguasai diri mereka. Karena itu, keadaan manusia sebenarnya sangat mengherankan. Betapa tidak! Bahaya sangat dekat adanya, namun mereka lalai menyadari bencana besar yang nyaris menghimpit dan mengepung mereka.
BACA JUGA: Maut, Pemberi Nasihat Terbesar
Allah berfirman, “Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (darinya). Tidak datang kepada mereka suatu ayat Alquran pun yang baru (diturunkan) dari Tuhan mereka, melainkan mereka mendengarnya dalam keadaan bermain-main, (dan) hati mereka dalam keadaan lalai.
Karena itu, Alquran memuat banyak peringatan mengenai kiamat, perintah untuk mempersiapkan diri, dan pengungkapan kiamat dengan kata ‘besok”. “Hai orang-orang yang beriman, bertak-walah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). ”
Bagaimana disebut dekat, padahal telah berlalu 1.400 tahun? Jawabnya mudah. Maksudnya, hal itu dekat dalam ilmu dan per-hitungan Allah, walaupun menurut ukuran dan perhitungan manusia terlihat jauh. “Sesungguhnya mereka memandang siksaan itu jauh (mustahil), sedangkan Kami memandangnya dekat (mungkin terjadi)
Hal yang patut diperhatikan adalah bahwa sisa umur dunia adalah sedikit dibanding umur dunia vang telah lewat Anda misalnya memberi jangka waktu bagi orang yang Anda hutangi selama lima puluh tahun. Setelah lewat empat puluh lima dari lima puluh tahun, maka berarti sisa jatuh tempo hutang tinggal sedikit atau sebentar lagi ketimbang jangka waktu yang telah lewat.
Hadis-hadis Nabi mengisyaratkan hakekat di atas. Dalam Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim diriwayatkan dari Abdullah ibn Umar bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Ajal kalian dibanding umat-umat sebelum kalian bagaikan jarak antara salat asar dan terbenamnya matahari (magrib).” Dalam redaksi lain disebutkan, “Sisa umur kalian dibanding umat terdahulu adalah bagaikan jarak antara salat asar dan terbenamnya matahari.”
BACA JUGA: Apakah Setelah Mati Manusia Mengetahui Keadaan Dunia?
Hadis di atas menjelaskan keberadaan manusia dalam hitungan hari dunia, dan keberadaan umat Islam dimulai pada waktu asar. Jadi, umur keberadaan manusia yang telah lewat menurut hitungan hari adalah sejak subuh sampai asar, dan sisa umur dunia sampai terjadinya kiamat adalah sejarak waktu antara asar dan magrib.
Nas-nas lain juga menjelaskan bahwa kita umat Islam adalah umat yang terakhir, dan keberadaan umat ini akan berakhir dengan datangnya kiamat.
Dalam hadis lain yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Sahal r.a. disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Jarak antara diutusnya aku dan kiamat adalah seperti dua ini,” sambil beliau menunjuk dua jari dan membentangkannya. Redaksi riwayat Muslim dari Sahal: Aku melihat Rasulullah ﷺ menunjuk jari telunjuk dan jari tengah, lalu bersabda, “Jarak antara diutusnya aku dan kiamat seperti ini.” []
Sumber: Ensiklopedia Kiamat / Penulis: Dr. Umar Sulaiman al-Asyqar / Penerbit Serambi / Cetakan 1, Mei 2002
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


