JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Muhasabah

Maksiat Menyebabkan Kehampaan Hati dari Mengingat Allah

Kehampaan hati yang dirasakan oleh pelaku maksiat, antara dirinya dan Allah, sama sekali tidak dapat dibanding dengan kelezatan apa pun. Meskipun seluruh kelezatan dunia terkumpul padanya, tetap saja ia tidak akan mampu menutupi rasa hampa tersebut.

Hal ini tidak dirasakan, kecuali oleh orang yang hatinya hidup, sebagaimana disebutkan dalam syair:

وَمَا لِجُرْحِ بِمَيِّتٍ إِبْلَامُ

Luka itu tidak akan menyakitkan orang yang sudah mati.

BACA JUGA:  3 Pokok Kemaksiatan

Sekiranya dosa-dosa tidak ditinggalkan melainkan untuk menghindari kehampaan tersebut, tentulah hal itu sudah layak dijadikan alasan bagi orang yang berakal untuk meninggalkannya.

Ada yang mengadu kepada sebagian orang arif tentang kehampaan yang dirasakannya dalam jiwa, lalu pengaduan ini ditanggapi dengan syair berikut:

إِذَا كُنْتَ قَدْ أَوْحَشَتْكَ الذُّنُوبُ * فَدَعْهَا إِذَا شِئْتَ وَاسْتَأْنِسِ

Bila engkau telah merasa hampa karena dosa;
maka tinggalkanlah ia, jika kau mau, dan raihlah kebahagiaan.

BACA JUGA:  Mudharat Dosa dan Kemaksiatan

Tidak ada yang terasa lebih pahit bagi hati daripada kehampaan yang disebabkan dosa di atas dosa. Wallâhul musta ân. []

Sumber: Ad-Daa’ wad Dawaa’, Macam-macam Penyakit hati yang Membahayakan dan Resep Pengobatannya, karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, Pustaka Imam As-Syafi’i, Cetakan ke-10 November 2016 M 

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Muhasabah

Duhai Diri, Bagaimanakah Engkau di Hari Penghakiman Nanti?

Muhasabah

Hawa Nafsumu

Muhasabah

4 Golongan Manusia dengan Kematian

Muhasabah

Kelezatan Maksiat dan Kenikmatan Beribadah