JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Kajian

Antara Orang Zuhud dan Fuqaha

Talbis Iblis bagi orang-orang zuhud antara lain dengan mendorong mereka agar meremehkan dan mencela ulama. Mereka berdalih, tujuan inti agama adalah melakukan amalan. Mereka tidak tahu bahwa ilmu adalah cahaya hati.

Andai mereka menyadari kedudukan ulama yang menjaga syariat, yang setara dengan kedudukannya para nabi, maka niscaya mereka menganalogikan diri sendiri sebagai orang bisu di hadapan orang fasih, atau seorang buta di hadapan seorang yang dapat melihat. Ulama adalah penuntun jalan, dan seluruh manusia ada di belakangnya. Sungguh, ulama dapat berjalan seorang diri tanpa seorang pun pengikut.

BACA JUGA: Talbis Iblis terhadap Orang Zuhud

Disebutkan di dalam ash-Shahihain dari hadits Sahal bin Sa’id bahwa Nabi Muhammad bersabda kepada Ali bin Abi Thalib

(( وَاللَّهِ لَأَنْ يَهْدِيَ اللَّهُ بِكَ رَجُلًا وَاحِدًا خَيْرٌ لَكَ مِنْ حُمُرِ النَّعَمِ ))

“Demi Allah! Allah memberikan petunjuk atas seseorang melalui usahamu itu lebih baik daripada unta merah.”

Pemberian fatwa ialah persoalan sangat penting dan sering disalahpahami banyak orang maka kebenaran fatwa harus dipastikan, jangan terburu-buru setuju.

Salah satu hal yang mereka cela dari para ulama (fuqaha) adalah sikap terbuka serta membolehkan umat melakukan apa yang sifatnya mubah, yakni yang biasa digunakan untuk menguatkan diri dalam menuntut ilmu.

Selain terhadap ulama, orang zuhud yang terkena talbis Iblis pun mencela orang yang mengumpulkan berharta.

Ketahuilah, apabila mereka mengetahui makna mubah maka tentu saja mereka akan menyadari bahwa orang yang mengkonsumsinya tidak tercela. Sebab inti hal itu adalah adanya hal lain yang lebih utama daripada perkara mubah. Jika demikian, pantaskah orang yang terbiasa shalat malam mencela orang yang hanya menjalankan shalat fardhu lalu tidur hingga shubuh?

Sungguh, celakalah ulama atau fuqaha lantara seorang zuhud yang bodoh, yakni yang merasa cukup dengan ilmu yang dia miliki, sehingga menganggap keutamaan sebagai suatu kewajiban.

Maka, kewajiban orang zuhud seperti itu ialah belajar pada ulama. Jika tidak mau belajar, silakan dia diam.

BACA JUGA:  Talbis Iblis dalam Perkara Membaca Al-Qur-an

Diriwayatkan dari Malik bin Dinar, dia pernah mengutarakan: “Syaitan mempermainkan para qari sama seperti seorang anak kecil mempermainkan buah jauz.”

Maksud “para qari” di sini adalah orang-orang zuhud. Qari termasuk kata yang semenjak lama digunakan untuk menyebut manusia yang condong pada sikap zuhud.

Allah jualah yang Maha Menuntun menuju kebenaran, dan kepada-Nyalah tempat kembali seluruh makhluk. []

Sumber: Al-Muntaqa An-Nafis min Talbîs Iblîs (Talbis Iblis – Tipu Daya dan Perangkap Iblis ddalam Upaya Menjerumuskan Manusia Ke Jurang Kehancuran / Penulis: Ibnul Jauzi / Penerbit: : Dar Ibnul Jauzi Riyadh KSA / Cet. I 1429 Η / Pustaka Imam Syafi’i / Cetakan Keenam Jumadil Ula 1442 H / Desember 2020 M

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Kajian

Talbis Iblis dalam Berpegang Teguh terhadap Sesuatu yang Tidak Diwajibkan

Kajian

Menyampaikan Salam: Adab, Amanah, dan Tanggung Jawab dalam Syariat

Kajian

Kewajiban Shalat dan Orang Kafir

Kajian

4 Penghalang Muslim Menjadi Ahli Waris