Ka’bah adalah bangunan yang paling dikenal oleh kaum Muslimin di seluruh dunia. Setiap hari, jutaan orang menghadap ke arahnya ketika shalat. Setiap tahun pula, jutaan jamaah haji dan umrah datang untuk bertawaf mengelilinginya. Meski begitu, masih banyak fakta tentang Ka’bah yang belum diketahui oleh sebagian umat Islam. Berikut sepuluh hal penting yang patut Anda ketahui.
1. Ka’bah adalah kiblat seluruh kaum Muslimin
Allah Ta’ala menjadikan Ka’bah sebagai arah shalat bagi seluruh umat Islam. Di mana pun seorang Muslim berada, ia diperintahkan menghadap ke Ka’bah ketika menunaikan shalat.
“Maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram.” (QS. Al-Baqarah: 144)
BACA JUGA: Ketika Ka’bah Dirobohkan Pertama Kali
2. Pertama kali dibangun untuk beribadah kepada Allah
Allah berfirman: “Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk manusia beribadah ialah Baitullah yang di Bakkah.” (QS. Ali ‘Imran: 96)
Mayoritas ulama menjelaskan bahwa Ka’bah merupakan rumah ibadah pertama yang dibangun untuk mentauhidkan Allah di muka bumi.
3. Dibangun kembali oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail
Setelah fondasinya ada sejak dahulu, Allah memerintahkan Ibrahim bersama putranya, Ismail, untuk meninggikan bangunan Ka’bah.
Hal ini diabadikan dalam Al-Qur’an pada QS. Al-Baqarah ayat 127.
4. Ka’bah bukan untuk disembah
Sebagian orang yang belum memahami Islam mengira kaum Muslimin menyembah Ka’bah. Anggapan ini keliru. Ka’bah hanyalah kiblat, sedangkan yang disembah hanyalah Allah Subhanahu wa Ta’ala.
5. Hajar Aswad berasal dari surga
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Hajar Aswad turun dari surga dalam keadaan lebih putih daripada susu, kemudian dosa-dosa anak Adam menjadikannya hitam.” (HR. Jami’ at-Tirmidzi, dinilai hasan shahih)
6. Kiswah diganti setiap tahun
Ka’bah selalu diselimuti kain hitam yang disebut kiswah. Tradisi penggantian kiswah dilakukan setiap tahun sebagai bentuk penghormatan terhadap Baitullah.
7. Pintu Ka’bah berada di atas permukaan tanah
Pintu Ka’bah sengaja dibuat lebih tinggi dari permukaan tanah. Dalam sejarahnya, hal ini dilakukan agar tidak semua orang dapat masuk dengan bebas ke dalam Ka’bah.
8. Hijr Ismail termasuk bagian dari Ka’bah
Area berbentuk setengah lingkaran di samping Ka’bah yang dikenal sebagai Hijr Ismail sebenarnya termasuk bagian dari bangunan Ka’bah. Karena itu, orang yang bertawaf tidak boleh melewati bagian dalam Hijr Ismail.
9. Tawaf hanya boleh dilakukan mengelilingi Ka’bah
Dalam syariat Islam, tawaf adalah ibadah yang dikhususkan untuk Ka’bah. Para ulama menjelaskan bahwa tidak dibenarkan bertawaf mengelilingi kuburan, makam orang saleh, atau bangunan lainnya sebagai bentuk ibadah.
BACA JUGA: Nabi Mendapat Perintah Shalat Menghadap Kabah
10. Ka’bah akan tetap menjadi simbol tauhid hingga akhir zaman
Selama Allah menghendaki, Ka’bah akan tetap menjadi pusat ibadah kaum Muslimin. Rasulullah ﷺ mengabarkan bahwa menjelang hari kiamat, Ka’bah akan dihancurkan oleh seorang laki-laki dari Dzu as-Suwaiqatain dari Habasyah. Peristiwa ini merupakan salah satu tanda besar menjelang berakhirnya kehidupan dunia.
Ka’bah bukan sekadar bangunan berbentuk kubus yang berdiri di tengah Masjidil Haram. Ia adalah simbol persatuan umat Islam, pusat arah shalat, serta pengingat akan perjuangan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail dalam menegakkan tauhid. Semakin mengenal Ka’bah, semestinya semakin tumbuh pula rasa cinta kita kepada syariat Allah dan kerinduan untuk dapat menunaikan ibadah haji maupun umrah ke Baitullah. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


