JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Sirah

Mulianya Khadijah

Ujian

Kita mengenalnya.
Namun belum tentu memahaminya sepenuh hati.

Ia adalah istri pertama Nabi Muhammad ﷺ.
Pendamping sebelum semua yang lain.
Tempat pulang, sebelum dunia percaya.

Namanya panjang.
Silsilahnya mulia.
Ummul Qasim binti Khuwailid, dari keluarga terhormat Quraisy.
Perempuan yang disegani, sebelum wahyu turun.

BACA JUGA:  Pernikahan Khadijah dan Nabi

Ia orang pertama yang membenarkan.
Saat yang lain ragu.
Saat keluarga terdekat berpaling.
Ia berdiri paling awal, tanpa syarat.

Akhlaknya tinggi.
Hatinya lapang.
Ia bukan sekadar istri,
tetapi penopang perjuangan.

Di rumah, ia adalah ibu.
Di medan dakwah, ia adalah pejuang.
Hartanya diserahkan.
Tenaganya dicurahkan.
Kebenaran ditegakkan,
di tengah gelapnya jahiliah.

Sifat-sifatnya jarang terkumpul pada satu jiwa.
Keimanan.
Keberanian.
Kesetiaan.
Keteguhan tanpa suara.

Aisyah pernah berkata,
cemburu itu tak tertahan,
setiap kali Rasulullah menyebut namanya.
Memujinya.
Merindukannya.

Jibril pun datang membawa kabar.
Salam dari Allah.
Janji surga tanpa hiruk.
Tanpa jerit.
Tanpa duka.

BACA JUGA: Khadijah Berpulang ke Rahmatullah

Dari kisah ini kita belajar.
Di balik kesuksesan seorang Nabi,
ada ketulusan yang tak menuntut sorotan.

Ia percaya ketika yang lain menolak.
Ia memberi ketika yang lain menahan.
Ia menenangkan ketika dunia mengancam.

Semoga kita meneladani akhlaknya.
Dalam iman.
Dalam kesetiaan.
Dalam cinta yang bekerja,
diam-diam,
namun abadi. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Sirah

Aisyah binti Abu Bakar: Ilmuwan Perempuan di Balik Rumah Kenabian

Sirah

Ayah Abdullah bin Busr yang Menghidangkan Makanan untuk Nabi

Sirah

Abu Thalhah dan Harta Paling yang Dicintainya

Sirah

Penggembala Kambing pada Abdullah bin Umar: Sungguh, Allah Melihat Perbuatan Saya