JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Hadist

Hadits Arba’in ke-17: Ihsan terhadap Segala Sesuatu

 

إِنَّ اللهَ كَتَبَ الإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَيءٍ. فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا القِتْلَةَ، وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذِّبْحَةَ، وَلْيُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ، وَلْيُرِحْ ذَبِيْحَتَهُ

“Sesungguhnya Allah telah mewajibkan berbuat baik kepada segala sesuatu, jika kalian membunuh maka bunuhlah secara baik, dan jika kalian menyembelih maka sembelihlah secara baik, dan hendaklah salah seorang dari kalian menajamkan pisaunya serta memberikan kenyamanan (tidak menyiksa) kepada sembelihannya.” (HR Muslim)

PENJELASAN SINGKAT

Hadits ini shahih. Diriwayatkan oleh Imam Muslim, Abu Tirmidzi, Abu Dawud dan masih banyak yang lainnya. Sedangkan sahabat yang meriwayatkan adalah Syaddad bin Ausin Ra. Nama lengkap beliau Syaddad bin Ausin bin Tsabit An-Najjary. Merupakan keponakan Hasan bin Tsabit. Pada akhir hayatnya beliau tinggal di Baitul Maqdis. Meninggal pada tahun 58. Keterangan ini diambil dari kitab “Subulus Salam” (II/526) karya Ash-Shan’any.

Secara umum hadits ini menjelaskan tentang kewajiban yang dittahkan kepada hamba-Nya agar berbuat ihsan (baik) pada segala sesuatu. Hatta pada hal yang dinilai keras pun oleh kebanyakan orang seperti membunuh yang legal, atau menyembelih binatang, harus dilakukan dengan cara sabaik mungkin.

Syekh Utsaimin dalam syarah Arba’in menyebutkan beberapa pelajaran dari hadits ini.

Pertama, kemurahan Allah Ta’ala yang mewajibkan hamba-Nya berbuat ihsan pada segala sesuatu. Kedua, wajib melakukan ihsa pada segala sesuatu karena ini perintah Allah.

Ketiga, jika kita membunuh sesuatu yang legal untuk dibunuh, maka perbaguslah cara membunuhnya, jangan sampai menyiksa.

Keempat, milik Allah-lah kendali perintah dan hukum dikembalikan kepada-Nya. Kelima, ihsan mencakup segala sesuatu. Keenam, bagusnya pengajaran Nabi dengan memberikan contoh untuk memudahkan pemahaman. Ketujuh, wajib berbuat ihsan dalam membunuh. Kedelapan, menyembelih dengan cara terbaik sesuai syariat.

Misalnya dilakukan oleh ahli, dengan alat sembelihan yang tajam dan tidak menyakiti hewan. Bahasanya haditsnya, hewannya dibuat senyaman mungkin seperti orang sedang istirahat.

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Hadist

Hadist Yang Tidak Meminta Diruqyah

Hadist

Riyadhush Shalihin Hadist 14: Jangan Berkhianat pada Harta Umat

Hadist

Riyadhush Shalihin Hadist 13: Lakukanlah Pekerjaan dengan Baik

Hadist

Hadist Anjuran untuk Berobat

Leave a Reply