Anugrah Allah sangat luas, termasuk bagi hamba-Nya yang mau bertaubat setelah mengakui kesalahannya.
عَنْ أَنَسٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ (رواه الترمذي)
Hikmah Hadits:
1. Manusia adalah ibarat pengembara yang sedang berjalan melintasi luasnya samudra kehidupan dengan berbagai permasalahannya. Ia dan membelah waktu dengan segala problematikanya.
Maka tiada jarang dalam menempuh tujuannya, manusia terperosok ke dalam lembah hitam yang kelam, bermandikan salah, khilaf dan noda. Ia berlumur dalam kubangan dosa, tenggelam dalam lautan godaan syaitan.
2. Namun betapa bahagianya setiap insan yang beriman, ketika ia tersadar sedang berada dalam kubangan nafsu yang menjerumuskan, lantas ia mau bangkit membangun asa, untuk menggapai keridhaan-Nya.
Karena Allah subhanahu wa ta’alaa adalah Dzat Yang Maha Menerima Segala Khilaf dan Dosa, dimana sebanyak apapun dosa dan khilaf yang dilakukan seorang hamba, jika ia sungguh-sungguh menyesalinya, berjanji untuk tidak mengulanginya dan memohon ampunan kepada-Nya, maka pastilah Allah akan mengampumi segala salah dan khilafnya.
3. Jika dosa adalah ibarat kotoran dan ampunan adalah ibarat sungai yang dapat membersihkannya, maka sungguh Allah telah menyediakan sungai-sungai untuk membersihkan segala dosa manusia.
Ibnu Qayim Al-Jauzy dalam Tahdzib Madarijis Salikin mengemukanan bahwa, “Orang-orang yang berdosa disediakan 3 (tiga) sungai besar untuk menghapuskan dosa dan salahnya, yaitu:
a. Sungai berupa taubatan nashuha.
b. Sungai berupa amal shaleh yang berlimpah, yang dengannya menghapuskan dosa dan noda.
c. Sungai berupa musibah, ujian dan cobaan yang dengan kesabaran melaluinya juga akan mengikis dan menghapus segala dosa dan khilafnya.
Dan jika Allah menghendaki kebaikan pada hamba-Nya, maka Allah akan memasukkannya ke salah satu dari tiga sungai ini, sehingga ia datang kepada Allah pada hari Kiamat dalam keadaan bersih dari noda. Oleh karenanya tidak perlu “pensucian” yang keempat, yaitu api neraka.
4. Semoga Allah subhanahu wa ta’alaa berikan samudra ampunan-Nya kepada kita semua, para manusia yang tiada pernah alpa dari dosa dan noda, sehingga kelak ketika menghadap-Nya, kita semua dalam keadaan bersih dan suci serta layak masuk ke dalam surga-Nya… Amiiin Ya Rabbal Alamiiin.
Wallahu A’lam. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


