Sedekah adalah ibadah yang bernilai besar dalam agama islam. Allah bersedia membalasnya dengan pemberian tujuh ratus kali lipat, atau bahkan lebih banyak dari itu pada orang yang dikehendakinya. Belum lagi, sedekah akan bisa melapangkan jiwa, membuka pintu rejeki, membuat pelakunya dicintai dan disukai orang lain, mendapat rahmat dan ampunan dari Allah, yang pada akhirnya bisa berujung pada anugerah surga.
Namun di balik semua keistimewaan itu, ternyata setan tidak akan tinggal diam. Dia akan berupaya untuk menggugurkan pahala dan balasannya. Sehingga manusia menyangka telah menjadi dermawan, telah menumpuk banyak pahala, tapi sebenarnya tidak. Karena semuanya ditolak oleh Allah.
BACA JUGA: 45 Macam Sedekah
Di dalam al-Quran, Allah menjelaskan sedekah yang ditolak pahalanya ini. Yaitu sedekah yang pelakunya suka mengumumkan dan menyebutnya, dan sedekah yang menyakiti penerimanya. Allah berfirman, “Hai orang orang yang beriman, janganlah kalian menghilangkan (pahala) sedekah kalian dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya’ kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari akhir.”(QS al Baqarah: 264)
Maka berdasarkan ayat ini, yang tidak mendapat pahala dari Allah yang pertama adalah orang yang bersedekah namun ingin tersiar kabar sedekahnya.
Atau seperti yang dicontohkan di dalam ayat tersebut seperti sifat orang tidak beriman yang riya’ terhadap pemberiannya. Dan tentu saja hal ini menyalahi keikhlasan, yang menyandarkan kebaikannya demi Allah semata. Tidak ada masalah apakah orang lain mengetahui atautidak.
Kemudian kedua, sedekah yang ditolak pahalanya adalah sedekah yang menyakiti penerimanya. Dan hal ini sangat mungkin terjadi. Terlebih di jaman sekarang, dimana orang suka membangga banggakan capaian kekayaan ini.
Adakalanya pemberi merasa bahwa dia memiliki kedudukan yang lebih mulia dari penerima, sehingga ketika mengulurkan sedekahnya tidak dengan raut muka yang ramah, tanpa senyum, atau bahkan diiringi dengan perkataan yang merendahkan orang miskin di hadapannya itu.
BACA JUGA: Nabi Jelaskan tentang Sedekah
Bahkan untuk orang kategori ini, seandainya datang kepadanya orang tua renta peminta- minta, kemudian dia menolaknya dengan cara baik- baik dan penuh kesopanan, adalah lebih baik baginya.
Atau bila dia kemudian mendapati peminta- minta itu berkata dan berbuat tidak sopan, namun tidak dibalasnya ketidak sopanan itu, bahkan dibukanya hatinya untuk memaafkannya, maka hal ini lebih baik dan lebih bermartabat baginya. Karena hal demikianlah yang dijelaskan oleh Allah di dalam al-Quran.
Allah berfirman,“Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diikuti dengan perkataan yang menyakiti perasaan si penerima… .(QS al Baqarah: 263) []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


