JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Muslimah

Aisyah, dan Doanya kepada Allah

Ada banyak kisah mengenai wanita yang dimuliakan dalam Islam. Salah satunya sepenggal kisah Aisyah RA, yang disebut ‘hadistul ifki’ (berita dusta).

Di zaman Rasulullah ada selain kaum kafir quraisy ada juga kaum munafik yang tidak menyukai Rasulullah. Sehingga mereka tidak putus asa untuk menyerang Rasulullah dengan berbagai cara.

Dilansir dari almanhaj.or.id, suatu ketika Aisyah RA ikut menemani Rasulullah dalam berperang dan hendak pulang ke Madinah. Ditengah perjalanan ia keluar dari tandunya di atas unta untuk suatu keperluan.

BACA JUGA: Aisyah, Perempuan Paling Berpengetahuan

Ketika kembali ke tandunya, ia menyadari bahwa kalungnya hilang. Maka Aisyah keluar lagi dari tandunya untuk mencari kalungnya yang hilang.

Namun ketika kembali rombongan Rasulullah sudah tidak ada. Karena badan Aisyah yang ringan, para sahabat tidak menyadari jika Aisyah tertinggal dan tidak ada di dalam tandu.

Aisyah pun kebingungan dan memutuskan untuk menunggu rombongan itu kembali. Karena ia yakin kalau mereka akan menyadari dirinya tidak ada dalam tandu. Tidak disangka Aisyah tertidur selama menunggu rombongan kembali.

Lalu salah seorang sahabat Rasulullah pun lewat, dia adalah Shafwan bin Al-Mu’atthal As-Sulami. Dia mengenali Aisyah dan mengucapkan istirja karena Aisyah telah tertinggal rombongannya.

BACA JUGA: Murahnya Aisyah dan Asma binti Abu Bakar

Shafwan segera merendahkan untanya agar Aisyah bisa menaiki unta tersebut. Lalu Shafwan berjalan menuntunnya hingga Madinah.

Selama perjalanan tidak ada kata yang mereka ucapkan selain Shafwan yang mengucapkan istirja di awal pertemuan. Peristiwa inilah yang membuat kaum munafik menyebarkan berita bohong mengenai Aisyah dan Shafwan.

Di antara adalah Abdullah bin Ubay Ibnu Salul. Cerita bohong itu menyebar dengan cepat, dari mulut ke mulut, sehingga ada beberapa sahabat yang terfitnah dan tanpa disadari ikut andil dalam menyebarkan berita ini. Mereka adalah Misthah bin Utsatsah (sepupu Abu Bakar As-Shiddiq RA), Hassan bin Tsabit dan Hamnah bintu Jahsy.

Rasulullah sedih mendengar kabar yang tersebar karena hal ini hampir menyulut pertikaian di antara kaum muslim. Karena ia percaya bahwa Aisyah dan Shafwan tidak akan melakukan apapun.

Aisyah tidak tahu mengenai berita tersebut. Sampai akhirnya ia sakit dan izin kepada Rasulullah untuk tinggal di rumah orang tuanya sementara waktu. Ketika sakit itulah Aisyah mendengar berita bohong yang tersebar.

BACA JUGA: Doa Nabi untuk Aisyah

Sejak itu, ia berdoa kepada Allah agar memberitahukan kepada Rasulullah melalui mimpi, mengenai hal ini. Aisyah merasa tidak pantas menjadi penyebab turunnya wahyu.

Setelah sebulan penuh Aisyah dan Rasulullah merasakan kepedihan atas berita itu dan tidak putusnya berdoa, Allah pun menurunkan 10 ayat mengenai berita dusta ini dalam QS. Nur ayat 11-20.

Dengan turunnya ayat ini, maka permasalahan ini pun menjadi jelas. Bukan hanya Rasulullah dan Aisyah yang merasa lega namun dirasakan juga oleh kaum muslim. Setelah perkara ini menjadi jelas, Rasulullah kemudian memberikan sanksi kepada mereka yang terlibat. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Muslimah

Adab Muslimah dalam Senyum dan Tawa Menurut Islam

Muslimah

Wanita, Kenapa Akalnya Lemah?

Muslimah

Hukum Menanggalkan Ikat Rambut ketika Mandi setelah Haid

Muslimah

Mandi Junub bagi Wanita

Leave a Reply