JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Ibrah

Cara Ulama Membagi Waktu

Bagaimana cara ulama membagi waktu? Adakah contoh menarik dari para ulama?

Coba lihat contoh para ulama di masa silam, mereka adalah orang-orang yang sangat memperhatikan waktu dengan baik.

Contoh-contohnya sebagai berikut.

BACA JUGA:  Waktu Dilarangnya Shalat

Salim Ar-Razi, seorang ulama Syafi’iyah pernah mengatakan, “Aku telah membaca satu juz kitab selama perjalananku.” Itu ia lakukan dalam perjalanan pergi dan pulang ke rumahnya.

Al-Hafizh Adz-Dzahabi ketika menjelaskan biografi Al-Khatib Al-Baghdadi, ia berkata, “Sudah biasa Al-Khatib itu berjalan dan ada satu juz kitab di tangannya untuk ia telaah.”

Anak dari Ibnu ‘Asakir pernah menceritakan tentang bapaknya, bahwa sejak 40 tahun ia selalu sibuk bersama kitab ilmu, mushaf Al-Qur’an yang ia baca dan ia pun sibuk menghafal.

Abul Wafa’ ‘Ali bin Aqil menyatakan bahwa ia sampai tidak ingin menyia-nyiakan satu detik dari umurnya. Jika ia tidak mengulang pelajaran, tidak pula memanfaatkan matanya untuk menelaah, ia berpikir di waktu rehatnya.

BACA JUGA: 2 Nasihat Ulama di Zaman Penuh Fitnah

Ibnul Qayyim berkata bahwa ia mengetahui sendiri ada ulama yang sakit, pusing atau sakit demam, saat itu kitab masih berada di sisi kepalanya.

Jika sadar, ia membaca buku tersebut. Jika ia tak sadarkan diri, buku tersebut tergeletak. []

Disarikan dari Tauisyah Ustaz Muhammad Abduh Tuasikal.

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Ibrah

Imam Malik Tak Takut Dsebut Sebagai Orang Bodoh

Ibrah

Taubatnya Seorang Pembunuh 100 Orang

Ibrah

Imam Ahmad Mencari Ilmu

Ibrah

Kisah Pemilik 2 Kebun

Leave a Reply