JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Sirah

Kejahatan Abu Jahal terhadap Nabi Muhammad ﷺ

Abu Bakar 

Abu Jahal, yang bernama asli ‘Amr bin Hisyam, adalah salah satu tokoh Quraisy yang paling keras memusuhi Nabi Muhammad ﷺ. Ia bukan sekadar penentang dakwah Islam, tetapi menjadi simbol keangkuhan, kedengkian, dan kebencian terhadap kebenaran. Karena sikapnya itu, Rasulullah ﷺ memberinya gelar Fir‘aun hadzihil ummah (Fir‘aunnya umat ini).

Sejak awal dakwah Nabi ﷺ di Makkah, Abu Jahal menunjukkan permusuhan terang-terangan. Ia merasa terusik oleh ajaran tauhid yang dibawa Rasulullah ﷺ karena mengancam kedudukan sosial, kekuasaan, dan tradisi jahiliah Quraisy. Padahal, Abu Jahal mengetahui bahwa Nabi ﷺ adalah orang yang jujur dan amanah. Namun kesombongan menutup hatinya untuk menerima kebenaran.

BACA JUGA:  Siapa Abu Jahal?

Salah satu kejahatan Abu Jahal yang paling terkenal adalah usahanya menghalangi Nabi ﷺ saat shalat di dekat Ka‘bah. Dalam hadis shahih riwayat Muslim, diceritakan bahwa Abu Jahal pernah berkata kepada orang-orang Quraisy, “Apakah Muhammad meletakkan wajahnya di tanah di hadapan kalian?” Ia bersumpah akan menginjak leher Nabi ﷺ jika melihat beliau shalat.

Namun ketika ia benar-benar mendekat, Abu Jahal justru mundur ketakutan karena melihat penghalang yang mengerikan. Rasulullah ﷺ bersabda, “Seandainya ia mendekat, sungguh malaikat akan mencabik-cabiknya.”

Kejahatan lainnya adalah penghinaan dan kekerasan verbal yang terus-menerus ia lakukan. Abu Jahal kerap mengejek Nabi ﷺ, menuduh beliau sebagai pendusta, penyihir, dan pemecah belah kaum. Ia juga menjadi penghasut utama agar kaum Muslimin disiksa dan diboikot. Ibn Katsir رحمه الله menyebutkan bahwa Abu Jahal adalah orang yang paling berperan dalam menyulut permusuhan kolektif Quraisy terhadap Islam.

Bukan hanya kepada Nabi ﷺ, kejahatan Abu Jahal juga menimpa para sahabat. Ia ikut merestui penyiksaan terhadap Bilal bin Rabah, ‘Ammar bin Yasir, dan keluarganya. Bahkan ibunda ‘Ammar, Sumayyah رضي الله عنها, gugur sebagai syahidah pertama dalam Islam akibat kekejaman kaum musyrikin, yang tidak lepas dari peran Abu Jahal.

BACA JUGA:  Abu Jahal ketika Ditanya tentang Pribadi Rasulullah ﷺ

Puncak kejahatan Abu Jahal adalah keterlibatannya dalam Perang Badar. Ia menjadi pengobar semangat perang dan menolak semua ajakan damai. Akhirnya, Allah mengakhiri hidupnya di medan Badar dalam keadaan hina. Abdullah bin Mas‘ud رضي الله عنه mendapati Abu Jahal sekarat, lalu menebas lehernya. Ketika Rasulullah ﷺ diberi kabar, beliau bersabda, “Ini adalah Fir‘aunnya umat ini.”

Kisah Abu Jahal menjadi pelajaran besar bahwa ilmu, kecerdasan, dan status sosial tidak akan bernilai tanpa kerendahan hati dan iman. Kesombonganlah yang menjerumuskan Abu Jahal ke dalam kehinaan dunia dan azab akhirat. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Sirah

6 Jiwa Suci dari Bumi Yatsrib

Sirah

Kabilah-kabilah yang Ditawari Islam

Sirah

Tertidur saat Ingin Menonton

Sirah

Di Depan Pendeta Bahîrâ