Dalam sejarah para ulama salaf, banyak sekali kisah yang mengajarkan kepada kita betapa besar kedudukan sedekah, bahkan hingga menjadi sebab kesembuhan dari penyakit. Salah satu kisah yang diriwayatkan dari Ibnu Syaqiq, beliau menceritakan ada seseorang yang mengadu kepada Abdullah bin al-Mubarak—seorang ulama besar sekaligus guru dari Imam Bukhari—tentang luka di lututnya yang sudah bertahun-tahun tak kunjung sembuh meskipun telah berobat dengan berbagai cara.
Mendengar keluhan itu, Ibnul Mubarak memberi saran yang tak biasa: “Buatlah sumur di daerah yang membutuhkan air. Saya berharap akan menghasilkan sumber air dan menyumbat darah yang keluar.” Orang itu pun melaksanakan nasihat tersebut, dan dengan izin Allah, ia sembuh. (Lihat: Shahih at-Targhib).
Kisah ini menunjukkan bahwa sedekah bukan hanya sarana mendekatkan diri kepada Allah, tetapi juga bisa menjadi sebab datangnya pertolongan, termasuk kesembuhan. Hal ini selaras dengan sabda Rasulullah ﷺ ketika ditanya oleh salah seorang sahabat: “Sedekah apakah yang paling afdhal?” Beliau menjawab: “Memberikan minuman.” (HR. Ahmad, dihasankan oleh Syaikh Albani).
BACA JUGA: Saudaraku, Lapangnya Hati Ada dalam Sedekah
Sedekah sebagai Obat Hati dan Jasmani
Ulama salaf menekankan bahwa banyak musibah dan penyakit yang menimpa seseorang bisa jadi merupakan akibat dari dosa-dosanya. Maka salah satu jalan penghapus dosa adalah dengan memperbanyak sedekah. Rasulullah ﷺ bersabda: “Sedekah memadamkan dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR. at-Tirmidzi).
Ibnul Qayyim rahimahullah dalam kitab al-Wabil ash-Shayyib menjelaskan bahwa sedekah memiliki pengaruh luar biasa dalam menolak berbagai bala, menyembuhkan penyakit, serta melapangkan rezeki. Beliau menulis: “Sedekah memiliki keutamaan yang sangat besar dalam menolak musibah, meskipun dari orang yang fajir sekalipun. Sebagaimana ia bisa menolak musibah dunia, ia juga bisa menolak musibah akhirat.”
Begitu pula Sufyan ats-Tsauri rahimahullah pernah berkata: “Obatilah orang sakitmu dengan sedekah.” Ini adalah nasihat emas dari ulama salaf yang memahami betul bagaimana sedekah dapat menjadi sebab datangnya rahmat Allah.
Hikmah di Balik Sedekah Air
Air adalah sumber kehidupan. Ketika seseorang bersedekah dengan memberikan air—baik berupa sumur, pompa, atau sekadar segelas air—maka ia telah memberi kehidupan bagi banyak makhluk. Tak heran bila Nabi ﷺ menegaskan bahwa memberikan minuman adalah sedekah yang paling utama.
Al-Hasan al-Bashri rahimahullah juga berkata: “Perbanyaklah bersedekah, sebab sesungguhnya sedekah bisa menyembuhkan orang sakit, dan bisa menolak bala.”
Dengan demikian, sedekah bukan hanya bernilai ukhrawi, tetapi juga berdampak nyata dalam kehidupan dunia. Ia bisa mendatangkan kesembuhan, keberkahan, dan ketenangan hati.
BACA JUGA: Sedekah yang Tak Terbatas
Penutup
Kisah Ibnul Mubarak dan nasihat para ulama salaf mengajarkan kita bahwa sedekah adalah obat yang luar biasa, baik untuk dosa maupun untuk penyakit. Maka jika seseorang ditimpa musibah atau sakit yang tak kunjung sembuh, jangan hanya mengandalkan ikhtiar medis semata, tetapi sertakan pula amal shaleh berupa sedekah.
Semoga Allah memberikan kesembuhan bagi yang sakit, menghapus dosa-dosa kita dengan sedekah, dan meneguhkan hati kita untuk senantiasa peduli terhadap sesama. []
Sumber-sumber:
Shahih at-Targhib karya al-Albani
Musnad Ahmad (hadis tentang sedekah memberikan minuman)
Sunan at-Tirmidzi (hadis “sedekah memadamkan dosa”)
Ibnul Qayyim, al-Wabil ash-Shayyib
Atsar ulama salaf: Sufyan ats-Tsauri, al-Hasan al-Bashri
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


