JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Tahukah Anda

3 Hal yang Ditinggalkan oleh Nabi kepada Kita

Allah SWT telah mengutus Rasulullah ﷺ sebagai penyempurna akhlak dan sebagai suri tauladan yang amat sempura, ia beliau adalah manusia yang sempurna yang pernah ada di bumi ini. Rasulullah ﷺ pun mengajarkan kita bagaimana menjalankan kehidupan yang berlandaskan Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Ketika kita menjalankan kehidupan ini sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah, insha Allah kita tak akan tersesat dan tergelinjir dalam kehidupan ini.

Masyarakat Islam telah melakukan hal tersebut dan mendapatkan keistimewaan dan pengaruh yang positif. Inilah keistimewaannya sekaligus menjadi tiga hal yang ditinggalkan Nabi kepada kita, umatnya.

Pertama: Tamayyuz (berpenampilan berbeda).

Rasulullah ﷺ bersabda, “Sungguh kamu akan mengikuti ummat suatu kaum sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, sehingga seandainya mereka masuk ke lubang biawak niscaya kamu juga ikut masuk ke dalamnnya.” Sahabat bertanya, “Apakah mereka itu Yahudi dan Nasrani wahai Rasulullah?” Nabi bersabda, “Siapa lagi (kalau bukan mereka),” (Muttafaqun ‘Alaih).

BACA JUGA: 3 Hal yang Dilarang Nabi ketika Shalat

Kedua: Al Wahdah Al ‘Amaliyah (kesatuan/keseragaman amal).

Maka di mana saja kamu singgah di tengah-tengah kaum Muslimin di bumi mana saja mereka memberi ucapan salam kepadamu dengan kata-kata “Assalaamu Alaikum,” dan menyambutmu dengan pemuliaan dan jamuan. Yang demikian itu karena mereka mengikuti adat Islam dalam menghormati tamu, sebagaimana diperintahkan oleh Nabi ﷺ: “Apabila kamu makan bersama mereka maka kamu akan mendapatkan mereka memulai makan dengan membaca bismillah,” makan dengan tangan kanan, lalu mengakhirinya dengan bacaan hamdallah, dan mereka tidak akan menyuguhkan kepadamu daging babi ataupun khamr.

Dalam tata kehidupan dan tradisi Islam itu seorang Muslim ke mana saja ia pergi ia merasa seakan bertemu dengan keluarganya dan saudara-saudaranya, tidak ada perbedaan di antara mereka kecuali dalam hal-hal tertentu yang berkenaan dengan kondisi lingkungan.

Ketiga: Mudah dan Sederhana.

Sesungguhnya tradisi Islam dan tata cara kehidupannya ditegakkan berdasarkan fithrah dan berorientasi kepada kemudahan, menjauhi keberatan dan kesulitan serta jauh dari sikap berlebihan.

BACA JUGA: Perempuan-perempuan Mulia ‘Pengganti’ Sosok Ibu Nabi

Di antara bukti dari kemudahan dan kesederhanaan itu adalah dimudahkannya segala urusan, disedikitkannya beban kewajiban, dan diringankannya dari ketidakteraturan kerja, waktu dan harta, yang tanpa adanya itu semua akan merugikan masyarakat.

Sesungguhnya tata kehidupan masyarakat Islam dalam berpakaian dan berhias bagi seorang wanita Muslimah bisa menghindarkan kerusakan yang mengancam pada setiap masa dan bisa menolak adanya persaingan mode pakaian yang merangsang, seperti menyambung rambut, mencukur dan mengecilkan alis mata, meratakan gigi, operasi kecantikan (plastik) dan lain-lain yang itu dilaknat oleh Rasulullah ﷺ karena termasuk perbuatan merubah ciptaan Allah. []

Referensi: Sistem Masyarakat Islamdalam Al Qur’an & Sunnah/ DR. Yusuf Al-Qardhawi/1997/Citra Islami Press

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Tahukah Anda

Orang Cerdas Adalah Orang yang Dapat Mengendalikan Nafsu

Tahukah Anda

Siapa Lukmanul Hakim, Bukan Nabi, tapi Namanya Disebutkan dalam Al-Quran?

Tahukah Anda

10 Sahabat Nabi yang Dijanjikan Masuk Surga

Tahukah Anda

Sabar, Harta yang Tidak Bisa Dicuri

Leave a Reply