JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Kajian

5 Keadaan, Tempat, dan Waktu Doa Mustajab Menurut Hadist Nabi

Allah ﷻ berfirman, “Berdoalah kepadaKu, niscaya Aku akan kabulkan.” (QS. Al-Baqarah)

Doa itu senjatanya orang beriman. Artinya, seorang mukmin memiliki hak untuk diterima doanya oleh Allah.

Setidaknya, ada lima keadaan di mana doa begitu mustajab atau diterima oleh Allah. Yaitu:

Satu, di Multazam.

Multazam adalah posisi di salah satu sisi Ka’bah. Yaitu, di antara tiang Ka’bah di mana terdapat hajar aswad dengan pintu Ka’bah.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan, di tempat itu doa begitu mustajab.

“Antara rukun aswad (sudut terdapat hajar aswad) dan pintu Ka’bah disebut multazam. Tidak ada yang minta sesuatu di multazam melainkan Allah mengabulkan permintaan itu.” (HR. Baihaqi)

Dua, di Sepertiga Malam Terakhir.

Pada sisa seperti malam, sekitar jam dua ke atas, merupakan waktu yang paling mustajab untuk memanjatkan doa.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Rabb kita tabaroka wata’ala turun setiap malam ke langit dunia hingga tersisa sepertiga malam terakhir.

“Lalu Dia berkata, ‘Siapa yang berdoa kepadaKu, Aku perkenan doanya. Siapa yang meminta kepadaKu, pasti akan Kuberi. Dan siapa yang memohon ampun kepadaKu, pasti akan Kuampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Tiga, di Saat Turun Hujan.

Hujan merupakan rahmat atau ungkapan cinta Allah subhanahu wata’ala. Dengan turunnya hujan, maka seribu satu kehidupan kembali bersemi.

Di saat hujan itu pula, merupakan momen yang mustajab untuk memanjatkan doa.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Dua doa yang tidak akan ditolak. (Yaitu) doa ketika azan dan doa di saat turun hujan.” (HR. Al-Hakim dan Baihaqi)

Empat, di saat Sujud.

Para salafus soleh biasa memanjatkan doa di saat sujud terakhir dalam shalat. Hal ini karena di momen itu merupakan yang mustajab.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Keadaan seorang hamba yang paling dekat dengan Rabbnya adalah ketika dia sujud. Maka, perbanyaklah doa.” (HR. Muslim)

Lima, ketika sedang Safar.

Safar adalah perjalanan jauh dan melelahkan. Tentunya, perjalanan ini bukan dengan tujuan untuk bermaksiat. Di saat safar inilah, merupakan momen yang mustajab untuk berdoa.

Rasulullah shallallahu ‘alaihih wasallam bersabda, “Tiga keadaan di mana doa mustajab. (Yaitu) doa orang yang terzalimi, doa seorang musafir, dan doa orang tua kepada anaknya.” (HR. Ahmad) []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Kajian

Kedudukan Kesalahan atau Dosa yang Tidak Disengaja, Lupa, dan Dipaksa

Kajian

Apa Itu Syafa'at dan Pembagiannya?

Kajian

Kedudukan Shalat dalam Islam

Kajian

Hukum Orang yang Meninggalkan Shalat Fardhu

Leave a Reply