JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Kajian

5 Keutamaan Khauf

Secara bahasa, khauf (الخوف) berasal dari kata khafa, yakhafu, khaufan yang artinya takut. Yakni takut kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Selain khauf, dalam Al Qur’an juga digunakan istilah khasyah yang terkadang maknanya sama, terkadang lebih khusus.

Dalam Al Furuq Al Lughawiyyah dijelaskan, khauf adalah perasaan takut dari hukuman atau sesuatu yang dibenci yang mengenainya, disebabkan melakukan sesuatu yang dilarang dan tidak sungguh-sungguh dalam ketaatan.

Ibnu Qudamah mengatakan khauf adalah ungkapan kegundahan hati karena adanya sesuatu yang tidak disukai dan akan terjadi pada masa mendatang. Sedangkan Al Qusyairi menjelaskan, khauf adalah perasaan di kedalaman hati yang menghindarkan seseorang dari segala yang tidak disukai dan tidak diridhai Allah.

Dengan demikian, semakin besar khauf seseorang, semakin ia taat kepada Allah serta menjauhi dosa dan maksiat. Semakin besar khauf seseorang, semakin ia menghindari hal-hal yang mempersulit hisabnya. Semakin khauf seseorang, semakin ia menjauhi hal-hal yang bisa menyeretnya ke neraka.

1. Meningkatkan Taat dan Taqwa

Orang yang memiliki rasa khauf, ia akan semakin taat kepada Allah dan bertaqwa kepada-Nya. Sebagaimana para malaikat yang khauf-nya sempurna, maka sempurnalah ketaatannya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

يَخَافُونَ رَبَّهُمْ مِنْ فَوْقِهِمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

Mereka takut kepada Tuhan mereka yang di atas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan (kepada mereka). (QS. An Nahl: 50)

BACA JUGA:  Keutamaan Wudhu

Takut kepada Allah tidaklah sama dengan takut kepada suatu bahaya atau ancaman binatang buas. Seseorang yang takut diterkam singa, dia akan menjauhinya. Namun orang yang takut kepada Allah, dia akan semakin mendekat kepada-Nya. Orang yang takut kepada Allah, dia akan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Orang yang takut kepada Allah, tidak akan menggunakan tangannya untuk bermaksiat. Dia tidak akan merampas yang bukan haknya, tidak akan menzalimi orang lain, tidak akan mencuri, tidak akan melakukan korupsi, tidak akan menandatangani peraturan yang merugikan rakyat.

Orang yang takut kepada Allah, tidak akan menggunakan lisannya untuk menyakiti orang lain, memfitnah, ghibah dan namimah. Orang yang takut kepada Allah, tidak akan menggunakan matanya untuk memata-matai sesama muslim, mencari keburukan dan aib saudaranya, serta melihat hal-hal yang Allah haramkan baginya.

Orang yang takut kepada Allah, bahkan tidak akan mengisi hati dan pikirannya dengan kemaksiatan dosa. Ia tidak membenci sesama mukmin, tidak menyimpan dendam, tidak hasad bahkan tidak ada ghill dalam hatinya.

Pun demikian, karena takut-Nya kepada Allah, ia tidak akan mengkhianati sumpah janjinya. Ia tidak akan menyia-nyiakan amanah yang telah diberikan kepadanya.

2. Jaminan Keamanan

Orang yang memiliki rasa khauf kepada Allah, di akhirat nanti ia akan mendapatkan jaminan keamanan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam hadits qudsi:

وَعِزَّتِيْ لَا أَجْمَعُ عَلَى عَبْدِيْ خَوْفَيْنِ وَأَمْنَيْنِ إِذَا خَافَنِيْ فِي الدُّنْيَا أَمِنْتُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَإِذَا أَمِنَنِيْ فِي الدُّنْيَا أَخَفْتُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Demi kemuliaan -Ku, Aku tidak menghimpun pada hamba-Ku dua macam rasa takut dan dua macam rasa aman. Apabila dia merasa takut kepada-Ku di dunia, Aku membuatnya merasa aman pada Hari Kiamat. Apabila dia merasa aman dari-Ku di dunia, maka Aku membuatnya takut pada Hari Kiamat. (HR. Ibnu Hibban dan Baihaqi; shahih)

3. Tak Tersentuh Api Neraka

Ini adalah kalimat kiasan yang maknanya diselamatkan dari neraka. Yakni orang-orang yang menangis karena rasa takutnya kepada Allah.

عَيْنَانِ لاَ تَمَسُّهُمَا النَّارُ عَيْنٌ بَكَتْ مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ وَعَيْنٌ بَاتَتْ تَحْرُسُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ

Dua mata yang tidak akan tersentuh neraka; mata yang menangis karena takut kepada Allah dan mata yang tidak terpejam saat berjaga-jaga di jalan Allah. (HR. Tirmidzi; shahih)

Ketika membaca sirah shahabat, sirah tabi’in dan para ulama, kita dapati mereka banyak menangis karena takut kepada Allah.

“Demi Allah, telah kulihat sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang kini tidak kujumpai orang-oran seperti mereka,” kata Ali bin Abu Thalib radhiyallahu ‘anhu.

“Para sahabat adalah orang-orang yang kusut dan berdebu, di antara mata mereka seakan-seakan ada iring-iringan orang yang mengantar jenazah. Mereka senantiasa sujud dan berdiri kepada Allah. Mereka tampak seperti pohon yang condong dan bergoyang pada saat angin berhembus kencang. Mereka selalu menangis hingga kain mereka basah.”

4. Masuk Surga

Orang-orang yang takut kepada Allah, tempat kembalinya adalah surga. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَى . فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَى

Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya). (QS. An Nazi’at: 40-41)

Ada dua makna man khaafa maqaama rabbihi dalam ayat ini yang dikemukakan oleh sebagian mufassirin seperti Syaikh Wahbah Az Zuhaili. Pertama, takut saat ia berdiri di hadapan Allah pada yaumul hisab kelak. Kedua, takut akan maqam atau kebesaran Allah.

Rasa khauf ini diiringi dengan menahan diri dari hawa nafsu dan syahwatnya. Sebenarnya ia bisa memperturukkan nafsu dan syahwatnya. Dengan tenaganya, dengan uangnya, dengan kesempatan di depannya. Namun ia tidak menuruti nafsunya karena ia takut kepada Allah. Ia takut bagaimana nanti sewaktu berdiri di hadapan Allah.

Maka orang seperti ini, ia akan dimasukkan ke dalam jannah-Nya.Tempat tinggalnya di akhirat adalah surga. Kekal abadi dalam kenikmatan selama-lamanya.

BACA JUGA:

5. Mendapat Dua Surga

Tak hanya dimasukkan surga, orang yang memiliki rasa khauf akan mendapatkan dua surga.

وَلِمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ جَنَّتَانِ

Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga. (QS. Ar Rahman: 46)

Syaikh Wahbah Az Zuhaili menjelaskan, dua surga itu adalah surga ruhani dan surga jasmani. Surga ruhani adalah ridha Allah. Sedangkan surga jasmani adalah kesenangan materiil seperti kesenangan dunia atau yang lebih besar dari itu.

Ia menjelaskan pula tafsir lainnya. Bahwa sama sekali tidak menutup kemungkinan bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk memberikan dua surga atau bahkan lebih banyak. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

جِنَانُ الْفِرْدَوْسِ أَرْبَعٌ ثِنْتَانِ مِنْ ذَهَبٍ حِلْيَتُهُمَا وَآنِيَتُهُمَا وَمَا فِيهِمَا وَثِنْتَانِ مِنْ فِضَّةٍ آنِيَتُهُمَا وَحِلْيَتُهُمَا وَمَا فِيهِمَا وَلَيْسَ بَيْنَ الْقَوْمِ وَبَيْنَ أَنْ يَنْظُرُوا إِلَى رَبِّهِمْ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ رِدَاءُ الْكِبْرِيَاءِ عَلَى وَجْهِهِ فِى جَنَّةِ عَدْنٍ

Surga-surga Firdaus ada empat. Dua surga terbuat dari emas berikut semua perhiasan, wadah dan segala apa yang ada di dalamnya juga terbuat dari emas. Dan dua surga terbuat dari perak berikut semua perhiasan, wadah dan segala apa yang ada di dalamnya juga terbuat dari perak. Tidak ada penghalang antara para penghuni surga di surga Adn untuk melihat Tuhan mereka Azza wa Jalla kecuali selendang kebesaran dan keagungan-nya. (HR. Ahmad) []

SUMBER: BERSAMA DAKWAH

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Kajian

Potong Kumis dan Peliharalah Jenggot

Kajian

Talbis Iblis terhadap para Pemilik Harta

Kajian

Bantahan Tidak Bertentangan dengan Ukhuwah

Kajian

Ingin Selamat dari Syirik? Kenali Dahulu Apa Itu Syirik

Leave a Reply