Mengutip terjemah Tanbihul Ghafilin (Peringatan bagi Orang-orang yang Lupa Jilid 2), Karya Abu Laits as Samarqandi, ada tujuh sebab doa belum terkabul.
1. Kamu melakukan perbuatan yang menyebabkan Allah murka dan kamu tidak bertaubat, dan menyesali apa yang telah kamu lakukan itu.
2. Kamu berkata, ‘Kami adalah hamba Allah,’ akan tetapi kamu tidak mengerjakan sebagaimana layaknya hamba itu bekerja. Maksudnya, hamba (budak) itu senantiasa mengerjakan segala apa yang diperintahkan oleh majikannya, dan tidak pernah membangkang.
3. Kamu membaca al-Quran, akan tetapi kamu tidak memikirkan dan mengangan-angankan tentang apa yang terkandung di dalamnya.
4. Kamu berkata, ‘Kami adalah umat Muhammad,’ akan tetapi kamu tidak mengamalkan sunnahnya. Artinya, kamu masih memakan makanan yang haram dan syubhat serta tidak bertaubat daripadanya.
BACA JUGA: Keutamaan Doa Kafaratul Majelis
5. Kamu berkata, ‘dunia itu di sisi Allah tidaklah menyamai sayap nyamuk,’ akan tetapi kamu merasa puas dan tenang bila memilikinya.
6. Kamu berkata, ‘Dunia itu akan sirna,’ akan tetapi kamu beramal seperti amalnya orang-orang yang akan kekal selama-lamanya di dunia.
7. Kamu berkata, ‘Akhirat itu lebih baik daripada dunia,’ akan tetapi kamu tidak sungguh-sungguh di dalam mencarinya, dan kamu lebih memilih mencari dunia daripada akhirat.”
Terkait masalah doa belum terkabul, Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullahu Ta’ala juga mengemukakan pendapatnya yang dikutip dari Muslim.or.id. Beliau pernah ditanya tentang orang yang merasa bahwa doanya lama (atau tidak segera) dikabulkan. Dia berkata, “Sungguh aku telah berdoa kepada Allah Ta’ala, namun Allah Ta’ala tidak mengabulkannya.”
Penjelasan beliau:
Segala puji bagi Allah Ta’ala, Rabb semesta alam. Aku bershalawat dan mengucapkan salam kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, kepada keluarga dan sahabat beliau seluruhnya.
Aku meminta kepada Allah Ta’ala untukku dan untuk saudara-saudaraku sesama kaum muslimin untuk mendapatkan hidayah taufik agar aqidah, ucapan dan amal menjadi lurus (shahih).
Allah Ta’ala berfirman,
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ
“Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” (QS. Ghafir [40]: 60)
BACA JUGA: Doa Ini Dibaca di Akhir Shalat
Orang yang berdoa kepada Allah Ta’ala, namun tidak dikabulkan, dia pun merasa rancu (bertanya-tanya) melihat realita yang dia dapatkan ketika dikaitkan dengan janji dalam ayat tersebut. Allah Ta’ala telah berjanji dalam ayat tersebut bahwa siapa saja yang berdoa kepada-Nya, niscaya akan Allah Ta’ala kabulkan. Dan Allah Ta’ala tidak pernah menyelisihi janji-Nya.
Itulah pembahasan tentang adab berdoa dan tujuh penyebab doa belum terkabul. Doa belum terkabul bisa akibat dosa-dosa yang menghalanginya, baik yang disadari maupun yang tidak kita sadari.
Oleh sebab itu, ketika doa belum terkabul, bertaubatlah kepada Allah, mohon ampun pada-Nya dengan kesungguhan hati, serta berjanji untuk tidak mengulanginya kembali. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


