JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Ibadah

Keutamaan-keutamaan Shalat Berjamaah (1)

Banyak keutamaan shalat berjamaah menurut Sunnah Rasulullah ﷺ, berikut ini beberapa keutamaan tersebut:

1. Lipat ganda amal.

Sebagaimana yang dinyatakan dalam hadis:

.» صَلاَةُ اتصَْمَاعَةِ أَفْضَلُ مِنْ صَلاَةِ الْفَدِّ بِسَبْعٍ وَعِ نَ دَرَجَةً «: عَنِ ابْنِ عُمَ أَ لَّا ف رَسُوؿَ الللَّاوِ -صلى الله عليو وسلم- قَاؿَ

Dari Ibnu Umar, sesungguhnya Rasulullah ﷺ bersabda: “Shalat berjamaah lebih baik daripada shalat sendirian sebanyak dua puluh tujuh tingkatan.” (HR. Muslim).

2. Allah Swt menjaga orang yang melaksanakan shalat berjamaah dari setan.

Rasulullah bersabda:

إِ لَّا ف ال لَّا يْطَافَ ذِئْبُ الإِ سَافِ ئْبِ الْ نَمِ خُ ال لَّا اةَ الْ اصِيَةَ وَالنلَّاا يَةَ فَ لَّاا مْ وَال دِّ عَابَ وَعَلَيْكُمْ بِاتصَْماعَةِ وَالْعَالَّامةِ والْمَسْ دِ

“Sesungguhnya setan itu bagi manusia seperti srigala bagi kambing, srigala menangkap kambing yang memisahkan diri dari gerombolannya dan kambing yang menyendiri. Maka janganlah kamu memisahkan diri dari jamaah, hendaklah kamu berjamaah, bersama orang banyak dan senantiasa memakmurkan masjid.” (HR. Ahmad bin Hanbal).

BACA JUGA: Sunnah dalam Shalat yang Banyak Dilupakan

Dalam hadis riwayat Abu ad-Darda’ disebutkan:

مَا مِنْ ثَلاَثَةٍ قَػ ةٍ وَلاَ بَدْوٍ لاَ تػ اُ فِي مُ ال لَّا صلاَةُ إِلالَّا قَدِ اسْتَحْوَذَ عَلَيْ مُ ال لَّا يْطَافُ فَػعَلَيْكَ بِاتصَْمَاعَةِ فَ لَّا ا لُ الدِّ ئْبُ الْ اصِيَة

“Ada tiga orang yang berada di suatu kampung atau perkampungan badui, tidak dilaksanakan shalat berjamaah, maka sungguh setan telah menguasai mereka. Maka laksanakan shalat berjamaah, karena sesungguhnya srigala hanya memakan kambing yang memisahkan diri dari jamaah.” (HR. Abu Daud)

3. Keutamaan shalat berjamaah semakin bertambah dengan banyaknya jumlah orang yang shalat.

Berdasarkan hadits dari Ubai bin Ka’ab. Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya shalat seseorang dengan satu orang lebih utama daripada shalat sendirian. Shalat seseorang bersama dua orang lebih utama daripada shalatnya bersama satu orang. Jika lebih banyak, maka lebih dicintai Allah Swt.” (HR. Abu Daud).

4. Dijauhkan dari azab neraka dan dijauhkan dari sifat munafik, bagi orang yang melaksanakan shalat selama empat puluh hari secara berjamaah tanpa ketinggalan takbiratul ihram bersama imam.

Berdasarkan hadits Anas bin Malik. Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ صَللَّاى لِللَّاوِ أَرْبَعِ ػوَْمًا ترََاعَةٍ دْرِؾُ التلَّاكْبِيرَةَ الأُولَذ تِبَتْ لَوُ بػ اءَتَافِ بػ اءَةٌ مِنَ النلَّاارِ وَبػ اءَةٌ مِنَ الندِّػفَاؽِ

“Siapa yang melaksanakan shalat karena Allah Swt selama empat puluh hari berjamaah, ia mendapatkan takbiratul ihram. Maka dituliskan baginya dijauhkan dari dua perkara; dari neraka dan dijauhkan dari kemunafikan.” (HR. At-Tirmidzi).

Dalam hadis ini terdapat keutamaan ikhlas dalam shalat, karena Rasulullah ﷺ mengatakan: “Siapa yang melaksanakan shalat karena Allah Swt.”

Artinya tulus ikhlas hanya karena Allah Swt semata. Makna dijauhkan dari kemunafikan dan azab neraka adalah: dilepaskan dan diselamatkan dari kedua perkara tersebut. Dijauhkan dari kemunafikan, artinya: selama di dunia ia diberi jaminan tidak melakukan perbuatan orang munafik dan selalu diberi taufiq oleh Allah Swt untuk selalu berbuat ikhlas karena Allah Swt. Maka di akhirat kelak ia diberi jaminan dari azab yang menimpa orang munafik. Rasulullah Saw memberi kesaksian bahwa ia bukan orang munafik, karena sifat orang munafik merasa berat ketika akan melaksanakan shalat.

5. Siapa yang melaksanakan shalat Shubuh berjamaah, maka ia berada dalam lindungan Allah Swt hingga petang hari.

BACA JUGA: Merapatkan Shaf saat Shalat Berjamaah

Ini berdasarkan hadis riwayat Jundub bin Abdillah.

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ صَللَّاى الصُّبْحَ فَػ وَ ذِلَّامةِ الللَّاوِ

“Siapa yang melaksanakan shalat Shubuh berjamaah, maka ia berada dalam lindungan Allah Swt.” (HR. Muslim).

6. Mendapatkan balasan pahala seperti haji dan umrah.

Berdasarkan hadis riwayat Anas bin Malik. Rasulullah ﷺ bersabda:

قَاؿَ قَاؿَ رَسُوؿُ الللَّاوِ .» مَنْ صَللَّاى الْ دَاةَ ترََاعَةٍ ثُُلَّا قَػعَدَ الللَّاوَ لَّاتَّ تَطْلُعَ ال لَّا مْسُ ثُُلَّا صَللَّاى رَ عَتَػ ا تْ لَوُ جْ لَّا ةٍ وَعُمْ ةٍ
.» تَالَّامةٍ تَالَّامةٍ تَالَّامةٍ « – -صلى الله عليو وسلم

“Siapa yang melaksanakan shalat Shubuh berjamaah, kemudian ia duduk berzikir hingga terbit matahari, kemudian ia melaksanakan shalat dua rakaat. Maka ia mendapatkan balasan pahala seperti haji dan umrah.” Kemudian Rasulullah Saw mengatakan, “Sempurna, sempurna, sempurna.” (HR. At-Tirmidzi). []

BERSAMBUNG KE BAGIAN 02

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Ibadah

Jangan Lupa Berdoa di Hari Arafah

Ibadah

Cara Sujud dalam Shalat yang Benar

Ibadah

Membaca Quran Itu

Ibadah

Bolehkah Lakukan Shalat Dhuha dengan Niat untuk Dapatkan Rezeki?

Leave a Reply