JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Ibrah

3 Orang yang Terjebak dalam Gua

Ada dalam sebuah hadits shahih Riwayat Imam Al-Bukhari, “Ada tiga orang (zaman) sebelum kalian yang sedang bepergian, saat mereka singgah dalam gua dan mereka memasuki gua tersebut lalu ada sebuah batu yang jatuh dari gunung hingga menutupi gua.

Mereka berkata, Tidak akan ada yang dapat menyelamatkan kalian dari batu ini kecuali jika kalian berdoa meminta kepada Allah dengan perantaraan amal shalih kalian.

Maka seorang diantara mereka berkata, “Ya Allah, aku memiliki kedua orang tua yang sudah renta. Dan aku tidaklah pernah memberi minum susu keluargaku pada akhir siang sebelum keduanya. Suatu hari aku keluar untuk mencari sesuatu dan aku tidak beristirahat mencarinya hingga keduanya tertidur, aku pulang namun aku dapati keduanya sudah tertidur dan aku tidak mau mendahului keduanya meminum susu untuk keluargaku.

BACA JUGA: 4 Keutamaan di Balik Sedekah

Maka kemudian aku terlena sejenak dengan bersandar kepada kedua tanganku sambil aku menunggu keduanya bangun sampai fajar terbit, lalu keduanya terbangun dan meminum susu jatah akhir siangnya. Ya Allah seandainya aku kerjakan itu semata mencari ridha-Mu, maka bukakanlah celah batu ini.

Maka batu itu sedikit bergeser namun mereka belum dapat keluar. Nabi ﷺ berkata, Kemudian berkata, yang lain, “Ya Allah, bersamaku ada putri pamanku yang menjadi orang yang paling aku cintai. Suatu hari aku menginginkannya namun dia menolak aku.

Kemudian berlalu masa beberapa tahun hingga kemudian dia datang kepadaku lalu aku berikan dia seratus dua puluh dinar agar aku dan dia bersenang-senang lalu dia setuju hiingga ketika aku sudah menguasainya dia berkata, tidak dihalalkan bagimu merusak keperawanan kecuali dengan cara yang haq. Maka aku selamat dari kejadian itu.

Lalu aku pergi meninggalkannya padahal dia wanita yang paling aku cintai dan aku tinggalkan pula emas perhiasan yang aku berikan kepadanya. Ya Allah seandainya apa yang aku kerjakan itu semata mencari ridha-Mu, maka bukakanlah celah pintu gua ini dimana kami terjebak di dalamnya. Maka terbukalah sedikit batu itu namun mereka tetap belum bisa keluar.

Bersabda Nabi ﷺ: Kemudian orang yang ketiga berkata, Ya Allah aku pernah memperkerjakan orang-orang lalu aku memberi upah mereka kecuali satu orang dari mereka yang meninggalkan haknya lalu dia pergi.

BACA JUGA: Sedekah Air Minum

Kemudian upah orang tersebut aku kembangkan hingga beberapa waktu kemudian ketika sudah banyak harta dari hasil yang aku kembangkan tersebut orang itu datang kepadaku lalu berkata, “Wahai ‘Abdullah, berikanlah hak upah saya!” Lalu aku katakan kepadanya; Itulah semua apa yang kamu lihat adalah upahmu berupa unta, sapi, kambing dan pengembalanya.” Dia berkata, “Wahai ‘Abdullah, kamu jangan mengolok-olok aku!” Aku katakan: Aku tidak mengolok-olok!”

Maka orang itu mengambil seluruhnya dan tidak ada yang disisakan sedikitpun. Ya Allah seandainya apa yang aku kerjakan itu semata mencari ridha-Mu, maka bukakanlah celah batu gua yang kami terjebak di dalamnya.” Maka batu itu terbuka akhirnya mereka dapat keluar dan pergi.” (HR. Bukhari nomor hadits 2111)

SUMBER: TIM SQN ODOJ (ONE DAY ONE JUZ)

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Ibrah

Kerendahan Hati Umar bin Abdul Aziz di Hadapan Allah dan Doanya yang Dijabah

Ibrah

Kisah Anak Durhaka pada Ibu: Balasan Itu Sesuai Jenis Perbuatan

Ibrah

Kisah Anak Durhaka pada Bapak: Rabb-mu Benar-benar Mengawasimu!

Ibrah

Hidup Seperti Lebah

Leave a Reply