Ibnu Qudamah al-Maqdisi berkata, “Barangsiapa mencela Allah SWT maka ia kufur, sama saja apakah ia bercanda atau sungguhan (serius). Demikian juga yang mengolok-olok Allah, ayat-ayat-Nya, para Rasul-Nya, dan kitab-kitab-Nya.”
Ada beberapa contoh dari sikap meremehkan agama dan menjadikannya sebagai bahan canda tawa.
BACA JUGA: Kurang Ilmu Agama Jadi Terbolak-Balik
Firman Allah SWT:
وَلَىِٕنْ سَاَلْتَهُمْ لَيَقُوْلُنَّ اِنَّمَا كُنَّا نَخُوْضُ وَنَلْعَبُۗ قُلْ اَبِاللّٰهِ وَاٰيٰتِهٖ وَرَسُوْلِهٖ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِءُوْنَ، لَا تَعْتَذِرُوْا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ اِيْمَانِكُمْ ۗ اِنْ نَّعْفُ عَنْ طَاۤىِٕفَةٍ مِّنْكُمْ نُعَذِّبْ طَاۤىِٕفَةً ۢ بِاَنَّهُمْ كَانُوْا مُجْرِمِيْنَ
“Dan jika kamu tanyakan kepada mereka, niscaya mereka akan menjawab, “Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah, “Mengapa kepada Allah, dan ayat-ayat-Nya serta Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” Tidak perlu kamu meminta maaf, karena kamu telah kafir setelah beriman. Jika Kami memaafkan sebagian dari kamu (karena telah tobat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) karena sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang (selalu) berbuat dosa.” (QS: At-Taubah : 65-66).
Ayat ini turun dengan latarbelakang yang mendasarinya. Diriwayatkan, seperti tertulis dalam Tafsir Ath-Thabari, ada seorang laki-laki yang berkata dalam suatu majelis saat Perang Tabuk, “Aku belum pernah melihat orang yang seperti para qari’ (pembaca Al-Quran) kami, mereka paling suka makan, suka berdusta dan pengecut ketika berhadapan dengan musuh.”
Salah seorang di majelis tersebut berkata, “Engkau berdusta, akan tetapi engkau seorang munafik! Sungguh aku akan beritahukan kepada Rasulullah ﷺ.”
BACA JUGA: Larangan Pernikahan Beda Agama dalam Al-Quran
Maka hal itu sampai kepada Nabi ﷺ dan turunlah ayat di atas. Abdullah bin Umar berkata, “Aku melihat orang itu bergantung pada sabuk unta Rasulullah ﷺ, hingga tersandung batu dan berdarah, sedangkan ia berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja.”
Rasulullah ﷺ, “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kalian berolok-olok? Tidak usah meminta maaf, sungguh kalian telah kafir sesudah kalian beriman.” []
SUMBER: HIDAYATULLAH
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


