JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Sirah

Sikap Abu Bakar dalam Menerima Berita Isra Mikraj (1)

Dalam Musnad Imam Ahmad, dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda menceritakan kepada manusia tentang peristiwa Isra. Mereka bertanya, “Ke mana?” Beliau menjawab, “Ke Baitul Maqdis.” Mereka berkata, “Kemudian pagi ini, kamu sudah berada di tengah-tengah kami lagi?” Beliau menjawab, “Ya.”

Ibnu Abbas berkata, “Ada yang bertepuk tangan, ada juga yang meletakkan tangannya di kepala karena merasa heran dengan kebohongan yang diklaimnya.” Mereka bertanya lagi, “Apakah kamu mampu menggambarkan kepada kami masjid Al-Aqsha itu?” Karena di antara mereka ada yang pernah mengunjungi wilayah tersebut dan melihat masjidnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Aku pun menggambarkannya, hingga aku sedikit bimbang tentang gambarannya. Tiba-tiba aku diperlihatkan masjid itu dengan jelas seakan-akan diletakkan di depan rumah Uqail, maka aku pun menyebutkan semua ciri-cirinya sambil melihat bangunan tersebut.”

BACA JUGA: Mengapa Abu Bakar Merasa Tak Layak Jadi Imam?

Ibnu Abbas berkata, “Adapun ciri-ciri tersebut aku tidak hafal.” Maka mereka pun berkata, “Adapun ciri-cirinya demi Allah semua benar.” (HR. Ahmad dalam musnadnya, tahqiq Ahmad Syakir, 4:293, no. 2820, sanad hadits ini sahih. Disebutkan juga oleh Al-Haitsami dalam Majma’ Az-Zawaid, 1:64-65).

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Pada pagi harinya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan kepada kaumnya apa yang Allah Ta’ala perlihatkan kepadanya berupa ayat-ayat-Nya yang besar. Maka mereka pun semakin mendustakannya, menyakiti, dan melecehkannya. Beliau juga menceritakan tentang kafilah mereka yang tengah di perjalanan dan kapan tibanya.

BACA JUGA:  7 Pelajaran dari Abu Bakar

Beliau juga menceritakan tentang unta yang terlepas. Dan realitanya persis seperti apa yang dikatakannya. Namun, semua itu tidak menambahkan, kecuali semakin menjauhnya mereka dari kebenaran dan orang-orang zalim tidak menginginkan, kecuali kekufuran.” (Zaad Al-Ma’ad, 3:39)

Inilah sikap orang-orang kafir terhadap peristiwa Isra dan Mikraj, sementara sebagian orang yang telah menyatakan Islam, tetapi keimanan mereka masih lemah menjadi murtad. Lihat Al-Hakim dalam Al-Mustadrak (3:62), status riwayat ini, sanadnya sahih dan disepakati oleh Imam Adz-Dzahabi. []

BERSAMBUNG | SUMBER: RUMAYSO

 

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Sirah

Tertidur saat Ingin Menonton

Sirah

Di Depan Pendeta Bahîrâ

Sirah

Baiat Aqabah Pertama

Sirah

Rasulullah Memuliakan Tukang Sapu

Leave a Reply