JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Kajian

Larangan Kikir dan Bakhil

Allah Ta’aalaa berfirman :

اِنَّ الْاِنْسَانَ خُلِقَ هَلُوْعًا اِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوْعًا وَاِذَا مَسَّهُ الْخَيْرُ مَنُوْعًا

“Sungguh, manusia diciptakan bersifat suka mengeluh. Apabila dia ditimpa kesusahan dia berkeluh kesah dan apabila mendapat kebaikan (harta) dia jadi kikir.” [QS. Al-Ma’aarij [70] : 19-21]

Dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

شَرُّ مَا فِي رَجُلٍ شُحٌّ هَالِعٌ وَجُبْنٌ خَالِعٌ

“Sifat yang paling buruk pada seseorang adalah kikir yang berkeluh kesah serta takut yang kecut,”

BACA JUGA: Larangan Menyakiti Hati Orang Lain

[Shahih, HR Bukhari dalam Tarikh al-Kabir (VI/8-9), Abu Dawud dalam Sunannya (no. 2511), Ahmad (II/302-320), Ibnu Hibban (3250), Abu Nu’aim (IX/50) dan Ibnu Abi Syaibah (IX/170)].

Masih dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لا يجتمع غبار في سبيل الله ودخان جهنم في جوف عبد أبدا ولا يجتمع الشح والإيمان في قلب عبد أبدا

“Tidak akan berkumpul debu fi sabilillah dengan asap Jahannam pada diri seorang hamba. Tidak akan berkumpul sifat kikir dan iman pada hati seorang hamba selamanya,”

[Shahih, HR Bukhari dalam al-Adaabul Mufrad (no. 281) dan Tarikh al-Kabir (IV/307), an-Nasa’i (VI/13 dan 14), Ahmad (II/256 dan 342), al-Hakim (II/72), al-Baihaqi (IX/161), Ibnu Hibban (3251), Ibnu Abi Syaibah (V/334 dan IX/97) dan al-Baghawi (2619)].

Kandungan Bab :

  1. Haram hukumnya kikir, bakhil dan pengecut.
  2. Kikir, bakhil dan pengecut merupakan akhlak yang jelek.
  3. Seorang Mukmin bukanlah orang yang pengecut, bakhil dan kikir. [Lihat: “Ensiklopedi Larangan”, (2/no 217)]
  4. Sifat kikir, bakhil, pengecut, berkeluh kesah; adalah sifat-sifat yang paling buruk pada manusia sehingga sifat tersebut tidak boleh dimiliki oleh seorang mukmin.
  5. Sifat kikir, berkeluh kesah dan pengecut tidak akan dapat tercampur dengan keimanan di dalam diri seseorang, melainkan akan selalu terpisah.
  6. Sifat pengecut tercela dalam Islam, karena Islam mengajarkan jihad fi sabilillah, mengajarkan dakwah ilallah, memerintahkan amar ma’ruf nahi munkar, yang semua ini butuh pada keberanian.
  7. Peringatan bahwa bakhil atau kikir ini adalah penyakit yang paling berbahaya bagi umat manusia.
  8. Peringatan tentang sifat buruk manusia, yakni suka berkeluh kesah; jika ia mendapat keburukan berupa kekurangan harta, sakit, mendapat gangguan dari orang lain, belum mendapat jodoh atau anak dan sebagainya, maka ia melanggengkan keluh kesahnya. Begipun jika seseorang mendapat kebaikan misalnya berupa dilapangkan rizkinya dengan memiliki harta yang cukup bahkan melimpah, maka ia menjadi kikir dan bakhil. Ia enggan mengeluarkan hak hartanya dengan zakat, infak atau sedekah yang harus diberikan kepada orang-orang yang berhak menerimanya. Ia selalu menghitung-hitung hartanya tetapi ia merasa berat untuk membelanjakannya di jalan Allah ta’aalaa.
  9. Kikir dan bakhil jika dipatuhi akan membinasakan seseorang di dunia; dijauhi dan dihindari oleh orang lain lantaran kekikirannya. Banyak orang segan untuk meminta bantuannya sebab ia enggan menolong, tidak peduli dengan kesulitan orang lain dan tidak menginginkan sebahagian hartanya berkurang. Merekalah orang-orang yang akan celaka dan binasa di akhirat.

BACA JUGA: Larangan Makmum Mendahului Imam

10. Kikir adalah musuh bagi ahli iman. Sebab di antara sifat-sifat orang Mukmin adalah pemurah dan dermawan. Kikir dan perbuatan zhalim termasuk dari tersebar luasnya dosa. (Oleh karena itu) perbuatan zhalim dan sifat kikir itu termasuk dosa-dosa besar yang menyebabkan kebinasaan di dunia dan kesusahan yang sangat berat pada hari kiamat. [Lihat: “Bahjah an-Nazhirin” (I/ 300)].

11. Peringatan agar pemilik harta bertakwa kepada Allah, menjauhi sifat kikir, bakhil, dan pengecut. Karena itu ia wajib menuntut ilmu; agar dapat membawanya kepada kebersihan hati, kemuliaannya, kehidupannya, dan cahayanya. Sehingga ia dapat menggunakannya di jalan Allah. Sungguh, hati manusia akan menjadi lebih bersih dan mulia dengan mendapatkan ilmu syar’i dan itulah kesempurnaan diri dan kemuliaannya. Orang yang menuntut ilmu akan bertambah rasa takut dan takwanya kepada Allah. Hal ini berbeda dengan orang yang disibukkan oleh harta dan dunia, padahal menumpukkan harta tidak akan dapat membersihkan dirinya, tidak menambah sifat kesempurnaan dirinya, yang ada hatinya akan menjadi tamak, rakus, kikir, dan pengecut. Wallaahu Musta’aan.. [

SUMBER: IBNU UMAR

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Kajian

4 Keburukan

Kajian

Aurat Lelaki

Kajian

4 Bicara tanpa Pahala

Kajian

Bagaimana Kita Merealisasikan Tauhid yang Sebenarnya?

Leave a Reply