JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Ibrah

Keutamaan Meninggalkan Maksiat dan Dosa

Diriwayatkan dari Aisyah RA, bahwasanya Rasulullah ﷺ bersabda kepadanya, “Wahai Aisyah, jauhilah dosa-dosa yang (dianggap) remeh, karena ada tuntutan dari Allah Ta’ala atas dosa-dosa itu.”

Perumpamaan dosa-dosa kecil itu adalah bagaikan orang yang mengumpulkan kayu-kayu kecil, kemudian setelah terkumpul dinyalakan api padanya. Ada yang meriwayatkan bahwa di dalam Taurat ditulis, “Barangsiapa yang menanam kebaikan, maka ia akan mengetam keselamatan.”

Di dalam Injil ditulis, “Barangsiapa yang menanam keburukan, maka ia kana mengetam penyesalan.” Dan di dalam Al-Qur’an ditulis, “Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan dibalas sesuai dengan kejahatan itu,” (QS. An-Nisa: 123).

BACA JUGA:  Mujahirin, Orang yang Bermaksiat Terang-terangan

Abul Qasim bin Muhammad meriwayatkan dari Ibnu Abbas RA bahwasanya Ibnu Abbas ditanya, “Mana yang lebih kamu sukai apakah seseorang yang banyak dosa dan banyak amalnya, ataukah orang yang sedikit dosa dan sedikit amalnya?”

Ibnu Abbas menjawab, “Saya tidak bisa menyamakan keselamatan dengan sesuatu apa pun.” Maksudnya, yang sedikit dosa itu lebih ia sukai.

Seseorang yang bijaksana berpendapat bahwa orang-orang yang tidak begtu kuat imannya mampu mengerjakan ibadah, namun hanya orang-orang yang kuat imannya saja yang mampu meninggalkan maksiat.

Al Faqih berkata, “Di dalam al-Qur’an ada dalil yang menunjukkan bahwa meninggalkan maksiat itu lebih utama daripada mengerjakan ibadah, karena Allah Ta’ala mempersyaratkan amal kebajikan tertentu saja yang didapat dibawa ke akhirat, sedangkan dalam meninggalkan maksiat itu tidak ada persyaratan apa pun.”

Allah Ta’ala berfirman, “Barangsiapa berbuat kebaikan mendapat balasan sepuluh kali lipat amalnya,” (QS. Al-An’am: 160).

BACA JUGA:  Tiga Pokok Maksiat

Dalam ayat lain Allah Ta’ala berfirman, “… dan menahan diri dari (keinginan) hawa nafsunya, maka sungguh surgalah tempat tinggalnya,” (QS. An-Nazi’at: 40-41).

Kami mohon ampun pada Allah Ta’ala atas semua dosa yang telah kami perbuat. []

Sumber: Terjemah Tanbihul Ghafilin/Karya: Abu Laits As Samarqandi/Penerbit: PT Karya Toha Putra Semarang

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Ibrah

Sufyan bin Uyainah dan Anak Kecil yang Membawa Kertas dan Tinta

Ibrah

Kritik terhadap Orang Zuhud

Ibrah

Talbis Iblis terhadap Ahli Ibadah yang Zuhud

Ibrah

Firaun dan Keimanan Asiyah

Leave a Reply