Orang yang menunaikan hal-hal yang wajib dengan sempurna berarti ia mencintai Allâh Azza wa Jalla.
Sedangkan orang yang masih menambahnya dengan amalan-amalan sunnah, ia dicintai Allâh Azza wa Jalla.
Ini seperti dalam hadits qudsi:
وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيهِ ، وَمَا يَزالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ ، فَإِذَا أحْبَبْتُهُ ، كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ ، وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ ، ويَدَهُ الَّتي يَبْطِشُ بِهَا ، وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا وَإنْ سَألَنِي أعْطَيْتُهُ ، وَلَئِن اسْتَعَاذَنِي لَأُعِيذَنَّهُ
Dan tidaklah seorang hamba mendekat kepada-Ku; yang lebih aku cintai daripada apa-apa yang telah Aku fardhukan kepadanya. Hamba-Ku terus-menerus mendekat kepada-Ku dengan ibadah-ibadah sunnah hingga Aku pun mencintainya.
BACA JUGA: Orang yang Senantiasa Melakukan Amalan Sunnah
Bila Aku telah mencintainya, maka Aku pun menjadi pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, menjadi penglihatannya yang ia pakai untuk melihat, menjadi tangannya yang ia gunakan untuk berbuat, dan menjadi kakinya yang ia pakai untuk berjalan.
Bila ia meminta kepada-Ku, Aku pun pasti memberinya. Dan bila ia meminta perlindungan kepada-Ku, Aku pun pasti akan melindunginya.”
Jadi, orang yang bertaqarrub dengan yang sunnah setelah yang wajib mempunyai keistimewaan lebih tinggi dari yang sekedar menunaikan yang wajib.
Karena tuntutan asal atas hamba adalah melaksanakan yang wajib, di mana ia akan berdosa bila teledor atau meninggalkannya.
Sehingga maksud dari bertaqarrub dengan yang sunnah adalah ketika yang wajib sudah ditunaikan, bukan orang yang melalaikannya.
Jadilah orang yang terkenal di kalangan penduduk langit, bukan penduduk dunia.
BACA JUGA: Olahraga Itu Sunnah Rasulullah, Jangan Sampai Ditinggalkan!, oleh: Ustadz Firanda Andirja Abidin
Dari Abu Hurairah radhiallahu ta’ala ‘anhu, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
إذا أَحَبَّ اللهُ عبدًا دَعا جبريلَ فقالَ: إنِّي قد أَحْبَبتُ فلانًا فأَحِبَّه، قال: فيُحِبُّه جبريلُ، قال: ثمُّ يُنادي في السَّماءِ: إنَّ اللهَ قد أَحَبَّ فلانًا، فأَحِبُّوه، قال: فيُحِبُّونه، قال: ثمَّ يضَعُ اللهُ له القَبولَ في الأرضِ، فإذا أَبغَضَ فمِثلُ ذلك
“Jika Allah mencintai seorang hamba, maka Allah akan memanggil Jibril, Allah berfirman: sesungguhnya Aku mencintai si Fulan, maka hendaknya engkau juga mencintainya. Kemudian Jibril pun mencintai si Fulan. Kemudian Jibril berseru kepada penduduk langit: sesungguhnya Allah telah mencintai si Fulan, maka hendaknya kalian mencintai dia. Maka para penduduk langit pun mencintai si Fulan. Kemudian Allah akan menjadikan penduduk bumi menerima si Fulan. Demikian juga yang terjadi jika Allah membenci orang hamba.” (HR. Bukhari no.6040, Muslim no.2637). []
SUMBER: SILSILAHSAHIHAH
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


