Setiap orang yang merenungkan kandungan dan bimbingan yang terdapat dalam ayat-ayat al-Quran akan menemukan bahwa terdapat dua cara yang ditempuh Allah dalam memuliakan manusia, yaitu:
1. Memuliakan manusia secara umum
Yaitu memuliakan mereka seperti yang dijelaskan dalam firman-Nya,
وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِىٓ ءَادَمَ وَحَمَلْنَٰهُمْ فِى ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ وَرَزَقْنَٰهُم مِّنَ ٱلطَّيِّبَٰتِ وَفَضَّلْنَٰهُمْ عَلَىٰ كَثِيرٍ مِّمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلًا
“Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik- baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah kami ciptakan.” [al-Isra: 70]
BACA JUGA: Akhlak Mulia
Al-Qurthubi rahimahullah mengatakan,
وهذه الكرامة يدخل فيها خلقهم على هذه الهيئة في امتداد القامة وحسن الصورة ، وحملهم في البر والبحر مما لا يصح لحيوان سوى آدم أن يكون يتحمل بإرادته وقصده وتدبيره . وتخصيصهم بما بي خصهم به من المطاعم والمشارب والملابس . وهذا لا يتسع فيه حيوان اتساع بني آدم لأنهم يكسبون المال خاصة دون الحيوان . وبليسون الثباب وياكلون المركبات من الأطعمة. وغابة كل حيوان بأكل لحما نينا أو طعاما غير مركب
“Kemuliaan yang diberikan Allah mencakup: menciptakan mereka (manusia) dalam postur dan rupa yang baik, mengangkut mereka (memberikan kendaraan), baik di darat maupun di laut, yang mampu mengantarkan mereka ke arah yang dituju. Allah juga mengistimewakan mereka dengan makanan, minuman. dan pakaian. Tidak sebagaimana hewan, hal itu hanya dilakukan manusia karena secara khusus mereka mencari harta benda, memakai pakaian dan memakan berbagai ragam makanan. Sementara setiap hewan hanya mampu memakan daging mentah atau satu jenis makanan.” [al-Jami’ li Ahkam al-Quran 10/299].
2. Memuliakan manusia secara khusus
Yaitu dengan memberikan hidayah kepada mereka untuk memeluk agama Islam. Memberikan taufik kepada mereka agar menaati Allah, Rabb alam semesta. Inilah kemuliaan hakiki, kehormatan yang paripurna, dan kebahagian abadi di dunia dan akhirat. Karena Islam-lah agama yang diridhai Allah, agama yang terhormat lagi mulia, agama yang tinggi dan lurus. Sungguh kemuliaan hanyalah milik Allah, rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman.
Allah telah menerangkan bahwa kemuliaan hanyalah diperoleh ketika mengakui keagungan-Nya, menunduk akan kebesaran-Nya, dan menjalan segala perintah-Nya. Allah ta’ala berfirman,
أَلَمْ تَرَ أَنَّ ٱللَّهَ يَسْجُدُ لَهُۥ مَن فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَن فِى ٱلْأَرْضِ وَٱلشَّمْسُ وَٱلْقَمَرُ وَٱلنُّجُومُ وَٱلْجِبَالُ وَٱلشَّجَرُ وَٱلدَّوَآبُّ وَكَثِيرٌ مِّنَ ٱلنَّاسِ ۖ وَكَثِيرٌ حَقَّ عَلَيْهِ ٱلْعَذَابُ ۗ وَمَن يُهِنِ ٱللَّهُ فَمَا لَهُۥ مِن مُّكْرِمٍ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَفْعَلُ مَا يَشَآءُ
“Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi. matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang melata dan sebagian besar daripada manusia? Dan banyak di antara manusia yang telah ditetapkan azab atasnya. Dan barangsiapa yang dihinakan Allah maka tidak seorangpun yang memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.” [al-Hajj: 18].
BACA JUGA: Kemuliaan dan Kejujuran Abu Bakar
Dengan begitu setiap orang yang tidak diberi taufik untuk beriman dan tunduk menaati Allah, ar-Rahman, dia adalah seorang yang hina bukan seorang yang mulia. Kemuliaan dan keselamatan seseorang dari kehinaan bergantung pada kadar keimanannya dalam segala hal, baik perkataan, keyakinan, dan perbuatan. Seorang menginginkan kehormatan tanpa menjalankan ketetapan agama, niscaya akan tercela. Seorang yang mencari kemuliaan dengan selain agama Islam, niscaya akan terhina.
Hal yang patut diketahui bahwa pemuliaan Allah secara umum (pemuliaan jenis pertama) menuntut manusia agar melakukan berbagai sebab sehingga dia mampu memperoleh pemuliaan secara khusus (pemuliaan jenis kedua). Hal ini berarti bahwa setiap orang yang dimuliakan dengan kelapangan harta, kesehatan, keselamatan, dan nikmat duniawi yang lain, wajib mencurahkan segala daya untuk menaati Allah dan memprioritaskan tenaga untuk meraih ridha-Nya. Jika tidak sungguh Allah akan meminta pertanggungjawaban di hari kiamat atas kemuliaan duniawi yang diberikan kepadanya. []
SUMBER: TGRAM BERBAGI KEBAIKAN
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


