Abul Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Ibn Umar r.a. berkata: “Pada suatu hari Nabi di riwayatkan pula bahwa ada nenek-nenek menemui Nabi ﷺ meminta di do’akan agar masuk surga.
Lalu Nabi ﷺ berkata, “Nenek-nenek tidak akan masuk surga.
”Mendengar ucapan Nabi ﷺ nenek itu pun menangis, lalu Nabi ﷺ melanjutkan ucapannya, “Tidakkah kau mengetahui firman Allah SWT, ‘Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) secara langsung, dan kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, penuh cinta dan sebaya umurnya.’” (al-waaqi’ah) (HR. Thabrani)
BACA JUGA: Rasulullah Membuktikan Kebenaran Isra Miraj
Candaan Nabi pun berkaitan dengan kebenaran, sehingga candanya pun mampu melapangkan hati mereka tanpa melukai hati orang lain.
Jarir bin Abdillah Al-Bajali r.a berkata, “Saya tidak pernah melihat Rasulullah ﷺ , melainkan senantiasa tersenyum di depanku.”
Dan diriwayatkan pula oleh sabdanya, “Jauhilah oleh kalian banyak tertawa, karena banyak tertawa dapat mematikan hati dan menghilangkan cahaya wajah” (HR. Ibnu Majah, dishahihkan oleh Al Albani).
Syaikh Abdul Aziz Bin Baz juga berkata: “Sesungguhnya banyak bercanda dapat menjatuhkan wibawa, menjauhkan diri dari hikmah, menimbulkan kedengkian, mengeraskan hati dan membuat banyak tertawa yang melalaikan diri dari mengingat Allah.”
BACA JUGA: Rasulullah sebagai Teladan
Tawa Nabi juga bagian dari bentuk ketaatan kepada Rabbnya, apabila tawa itu tidak menjadi sia-sia atau hanya membuang-buang waktu.
Dari Anas bin Malik beliau berkata: Nabi ﷺ bersabda, “Ingatlah demi Allah yang jiwaku di tangannya andaikan kamu mengetahui sebagaimana yang aku ketahui niscaya kamu sedikit tertawa dan banyak menangis.” []
Sumber: Ka Annaka Tara/Penulis: Aidh Abdullah Al-Qarny/Penerbit Pt. Cakrawala Surya Prima
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


