Tidak boleh memulai makan kecuali setelah dimulai orang lain yang memang layak untuk memulainya, karena usianya yang lebih tua atau karena memiliki keutamaan.
Jangan makan dalam keadaan diam, tetapi makan sambil membicarakan hal-hal yang ma’ruf atau saling menuturkan kisah orang-orang yang shalih dalam masalah makanan atau masalah lainnya, dan jangan merasa bahwa temannya harus mengucapkan. “Silahkan kepadanya. Tidak boleh memandang makanan temannya, agar dia tidak malu.
Jangan melakukan hal-hal yang membuat temannya merasa jijik, jangan mengibas-ngibaskan tangan di atas piring, tidak melongokkan kepala ke atas piring saat memasukkan makanan ke mulut, jika ada sesuatu yang dia keluarkan dari mulutnya, hendaklah dia membuangnya dengan tangan kirinya dan sambil memalingkan muka, jangan mencelupkan suapan ke dalam cuka atau kuah sayuran.
BACA JUGA: Adab Tukar-Menukar Barang
Menghidangkan Makan kepada Teman
Dianjurkan untuk menghidangkan makan kepada teman-teman. Yang demikian ini diriwayatkan dari Rasulullah, beliau bersabda, “Aku lebih suka mengumpulkan teman-temanku mengelilingi sajian makanan daripada membebaskan seorang budak wanita
Khaitsamah pernah membuat kue dan makanan lain yang baunya harum. Lalu dia mengundang Ibrahim dan A’masy seraya berkata, “Makanlah Aku sengaja membuat makanan ini khusus untuk kalian berdua.”
Janganlah seseorang meminta agar orang lain menghidangkan makanan kepadanya. Tapi dia harus menghidangkan makanan kepada orang lain tanpa meminta ijin terlebih dahulu.
BACA JUGA: Adab Membaca Al-Qur’an
Adapun adab orang yang berkunjung, tidak boleh mengusulkan suatu makanan tertentu yang perlu dihidangkan. Jika dia disuruh memilih antara dua jenis makanan. maka dia harus memilih yang lebih sederhana dan lebih mudah, kecuali jika dia mengetahui tuan rumahnya memang sanggup memenuhi usulannya dan jangan menganggap remeh untuk mendapatkannya.
Jangan Masuk ke Tempat Orang-orang yang Sedang Makan
Apabila seseorang mengetahui bahwa sekumpulan orang yang sedang makan-makan, maka janganlah dia memasuki tempat mereka. Apabila dia memasuki tempat mereka secara tiba-tiba dan tidak disengaja, maka dia harus memepertimbangkan Jika dia merasa bahwa mereka memintanya untuk ikut makan karena merasa malu terhadap dia, maka harus menolak ajakan itu. Tapi jika dia merasa bahwa mereka suka keikutsertaannya, maka bolehlah dia ikut makan bersama mereka. Begitu pula yang harus dilakukannya jika dia memasuki rumah temannya, dan mendapatkannya sedang makan. []
Sumber: Mukhtashar Minhajul Qashidin (Jalan Orang-orang yang Mendapat Petunjuk) / Penulis: Al imam Asy Syaikh Ahmad bin Abdurrahman bin Qudamah Al-Maqdisy / Penerbit. Darul Fikr – Pustaka Al-Kautsar / Cetakan. Pertama, 1998 M/1408 H – Keduapuluh Tiga, Februari 2020
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


