JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Sirah

Kesabaran Nabi Muhammad ﷺ Menghadapi ‘Uqbah bin Abi Mu’ith

Ali bin Abi Thalib, Pembai'atan Abu Bakar

Ibnu Mas’ud r.a. berkata, “Suatu hari kami bersama-sama Rasul berada di dalam masjid dan beliau sedang melaksanakan shalat. Terdengar suara Abu Jahal yang berkata, ‘Hendaknya ada seorang yang mengambil kotoran hewan-hewan sembelihan bani Fulan, kemudian melemparkannya ke Muhammad ketika dia sedang sujud?”

‘Uqbah bin Abi Mu’ith menyanggupi permintaan Abu Jahal tersebut. Tidak lama kemudian dia datang membawa kotoran yang dimaksud dan melemparkannya ke tubuh Nabi yang mulia di saat beliau sedang sujud. Tidak ada seorang pun dari kami waktu itu yang bisa melindungi Rasul atau membuang kotoran itu dari masjid, karena posisi kami waktu itu sangat lemah. Namun Rasul tetap khusyu’ dalam sujudnya, hingga akhirnya Fathimah datang dan membuang kotoran itu dari masjid.

BACA JUGA:  Belajar Kesabaran dari Nabi Yusuf dan Nabi Yakub

‘Uqbah bin Abi Mu’aith adalah salah seorang tetangga Rasul ﷺ. Dia dan juga Abu Lahab serta istrinya, Ummu Jamil binti Harb bin Umayyah yang juga termasuk tetangga Rasul-suka mengganggu dan mencela Rasul. Suatu hari ‘Uqbah mengadakan acara pesta besar dan mengundang pemuka-pemuka kaum Quraisy termasuk Rasul ﷺ . Pada acara tersebut Rasul berkata, “Demi Allah. Saya tidak akan makan hidanganmu hingga kamu beriman kepada Allah SWT.”

Mendengar permintaan Rasul ini, ‘Uqbah terpaksa membaca syahadat. Namun berita ini menye-bar ke mana-mana dan juga didengar oleh Ubay bin Khalaf al-Jumahi-salah seorang kawan dekat ‘Uqbah. Ubay bertanya kepada ‘Uqbah, “Ada apa dengan kamu wahai ‘Uqbah?”

‘Uqbah menjawab, “Tidak ada apa-apa. Ada seorang mulia datang ke rumahku, dan dia menolak untuk memakan hidanganku kecuali jika aku mengucapkan syahadat. Adalah suatu aib bagiku bila ada seorang tamu datang ke rumahku dan dia tidak mau memakan hidanganku. Karenanya saya terpaksa membaca syahadat.”

BACA JUGA: Kesabaran Para Sahabat Nabi

Ubay pun berkata, “Jangan harap aku sudi bertemu denganmu lagi, hingga kamu mau menginjak leher Muhammad, meludahi mukanya dan memukul matanya.”

Beberapa hari kemudian, ‘Uqbah bertemu Rasul ﷺ dan melakukan apa yang diminta oleh sahabatnya itu: Ketika Rasulullah ﷺ bersujud di hadapan Ka’bah, ‘Uqbah menginjakkan kakinya dengan sekuat tenaga di atas leher mulia beliau, hingga kedua mata beliau hampir saja ‘keluar. Kemudian Allah SWT menurunkan ayat, “Dan (ingatlah) pada hari (ketika) orang-orang zalim menggigit dua jarinya, (menyesali perbuatannya) seraya berkata, “Wahai! Sekiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama Rasul. Wahai, celaka aku! Sekiranya (dulu) aku tidak menjadikan si fulan itu teman akrab(ku), sungguh, dia telah menyesatkan aku dari peringatan (Al-Qur’an) ketika (Al-Qur’an) itu telah datang kepadaku. Dan setan memang pengkhianat ma-nusia.” (al-Furqaan: 27-29) []

Sumber: Akhlak Rasul, Menurut Al-Bukhari dan Muslim / Penulis: Abdul Mun’im al-Hisyami / Penerbit: Gema Insani Press / Cetakan Kedelapan, Dzulhijjah 1441 H / Agustus 2019 M

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Sirah

Pertolongan Allah

Sirah

Rasa Tanggung Jawab dan Iman kepada Akhirat dari Para Sahabat Nabi

Sirah

Penyesalan Sang Kakek

Sirah

Aminah Wafat