Imam al-Bukhari dalam kitab ash-Shahih memaparkan beberapa kisah berharga bagi para pembaca yang bisa dijadikan teladan dalam masalah kesabaran. Di antaranya adalah kisah kesabaran Zaid bin Argam ra yang kehilangan daya penglihatannya.
Zaid menuturkan kisab pribadinya, “Kemampuan penglihatan mataku berkurang. Suatu hari Rasul ﷺ menjengukku dan berkata, “Wahai Zaid. Bila penglihatanmu hilang apa yang akan kamu lakukan? Zaid menjawab, Saya bersabar dan dalam kondisi seperti itu saya akan mencari pahala dari Allah SWT Bila mata kamu hilang kemudian kamu menerima-nya dengan bersabar dan mencari pahala dari Allah (dengan kondisi itu) maka pahalamu adalah surga.”
Ada juga kisah yang serupa yaitu kisah kesabaran Ummu Haritsah ra. di saat putranya meninggal dunia yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan muslim. Sahabat Anas r.a. menceritakan babwa Haritsah bin Suragah ra, syahid sewaktu dia ikut pasukan Perang Badar.
BACA JUGA: Berapa Jumlah Sahabat Nabi ﷺ?
Waktu itu, Haritsah berada dalam barisan lapis kedua, yang sedang bersiap-siap menunggu komando untuk menyerang. Namun anak panah mengenai tubuhnya dan akhirnya dia meninggal dunia sebelum terjun dalam medan pertempuran.
Ibu Haritsah datang dan bertanya kepada Rasul, “Wahai Rasul, beritahukan kepadaku nasib Haritsah! Bila dia berada di surga maka aku menerimanya dan bersabar. Namun, bila dia tidak di surga maka biarkan Allah melihat apa yang akan aku lakukan (yaitu meratapi kematian Haritsah, ketika itu meratapi kematian seseorang atau niyaahah belum diharamkan)’
Rasulullah ﷺ menjawab, “Wahai ibu. Kenikmatan surga sangat melimpah. Sesungguhnya putramu mendapatkan Firdaus tertinggi.”
Dalam sunan al-Baihaqi, riwayat sahabat Anas r.a. menyebutkan bahwa Ummu Haritsah berkata, “Wahai Rasul, beri tahukan kepadaku nasib Haritsah! Bila dia berada di surga maka aku menerimanya dan bersabar. Namun, bila dia tidak di surga maka aku akan menangis sejadi-jadinya.”
Rasulullah ﷺ menjawab, “Wahai ibu. Kenikmatan surga sangat melimpah. Sesungguhnya putramu mendapatkan Firdaus tertinggi.” (HR al-Baihaqi)
Kisah kesabaran lainnya yang terekam dalam kitab hadits adalah kesabaran Abu Thalhah dan Ummu Sulaim atas kematian putranya.
Imam al-Bukhari meriwayatkan kisah dari sahabat Anas r.a. yang menceritakan, “Putra Abu Thalhah r.a. merintih kesakitan. Di saat Abu Thalhah pergi, putranya meninggal dunia. Sekembalinya ke rumah dia bertanya, ‘Bagimana kondisi putraku?’
Istrinya, Ummu Sulaim menjawab, ‘Dia dalam keadaan sangat tenang. Kemudian Ummu Sulaim menghidangkan makan malam kepada suaminya. Setelah selesai makan malam, Abu Thalhah kemudian menggauli istrinya. Setelah selesai, Ummu Sulaim berkata, ‘Orang-orang telah mengubur putramu.’
Ketika pagi menyingsing, Abu Thalhah datang menghadap Rasul dan menceritakan apa yang terjadi. Rasul bertanya, ‘Apakah kalian semalam melakukan hubungan suami istri?’
‘Benar wahai Rasul’ jawab Abu Thalhah.
Kemudian Rasul berdoa, “Ya Allah semoga Engkau memberikan keberkahan kepada keduanya.”
(Beberapa bulan kemudian) Ummu Sulaim melahirkan. Abu Thalhah datang dan berkata kepadaku (Anas), ‘Jagalah putraku sampai kamu menghadap Rasulullah ﷺ!’
Kemudian Abu Thalhah menghadap Rasul dengan membawa putranya itu, dan Ummu Sulaim memberi kan kurma kepada Abu Thalhah untuk dibawa. Sesampainya di hadapan Rasul, Rasul menggendong putra Abu Thalhah dan bertanya. “Apakah dia mempunyai sesuatu?’
BACA JUGA: 10 Sahabat Nabi ﷺ yang Dijamin Masuk Surga (1)
“Ada wahai Rasul, kurma,” jawab orang-orang yang hadir di situ.
Rasul kemudian mengambil kurma tersebut, mengunyahnya lantas membuka mulut putra Abu Thalhah dan memasukkan kurma kunyahannya itu ke dalam mulut putra Abu Thalhah, kemudian Nabi memberi nama Abdullah kepada putra tersebut.” (HR al-Bukhari)
Di tempat lain Imam al-Bukhari meriwayatkan hadits serupa dengan sedikit tambahan dan perbedaan redaksi. Dalam hadits tersebut disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ berdoa, “Semoga Allah memberikan keberkahan kepada keduanya pada malam tersebut.”
Sufyan menceritakan bahwa salah seorang sahabat Anshar berkata, “Saya perhatikan anak tersebut (Abdullah) mempunyai sembilan anak dan semuanya ahli Al-Qur’an.” (HR al-Bukhari) []
Sumber: Akhlaaq an-Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam fiü Shahith al-Bukhaarii wa Muslim (Akhlak Rasul Menurut Al-Bukhari dan Muslim) / Penulis: Abdul Mun im al-Hasyimi / Penerbit: Gema Insani / Cetakan Pertama, Syawwal 1430 H/Oktober 2009 M Cetakan Kedelapan, Drulhijjah 1440 H/Agustus 2019 M
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


