JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Sirah

Saat Rasulullah dan Para Sahabat Diperintahkan untuk Shalat

Mukjizat Rasulullah

Di antara wahyu yang pertama-tama turun adalah perintah shalat. Muqatil bin Sulaiman berkata, “Allah mewajibkan shalat dua rakaat pada pagi hari dan dua rakaat pada petang hari pada masa awal Islam, yang didasarkan pada firman Allah:

وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ بِالْعَشِيِّ وَالْإِبْكَر (2)

“Dan, bertasbihlah seraya memuji Rabbmu pada waktu pagi dan petang.” (Al-Mu’min: 55).

Ibnu Hajar menuturkan, sebelum Isra’ Nabi sudah pernah shalat, demikian juga para shahabat. Namun, terdapat perbedaan pendapat, apakah ada shalat yang diwajibkan sebelum ada kewajiban shalat lima waktu ataukah tidak. Ada yang berpendapat, yang diwajibkan pada masa itu adalah shalat sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya matahari.

BACA JUGA:  15 Contoh Ketawadhuan Rasulullah ﷺ

Al-Harits bin Usamah meriwayatkan dari jalan Ibnu Luhai’ah secara maushul (bersambung) dari Zaid bin Haritsah, bahwa pada awal-awal turunnya, Jibril mendatangi Rasulullah dan mengajarkan wudhu kepada beliau. Seusai wudhu’, beliau mengambil seciduk air lalu memercikkan ke kemaluan. Ibnu Majah juga meriwayatkan hal ini dengan makna yang serupa. Hal yang sama juga diriwayatkan dari Al-Barra’ bin Azib dan Ibnu Abbas di dalam hadits Ibnu Abbas, dan hal itu termasuk kewajiban yang pertama diturunkan. (Mukhtashar Siratur Rasul, Syaikh Abdullah An-Najdi, hal. 88)

Ibnu Hisyam menyebutkan, bahwa jika tiba waktu shalat, Nabi dan para shahabat pergi ke tempat yang terpencil lalu secara sembunyi-sembunyi mengerjakan shalat, agar tidak dilihat kaumnya. Suatu kali Abu Thalib melihat Nabi mengerjakan shalat bersama Ali. Maka Abu Thalib menanyakan shalat itu. Setelah mendapat penjelasan yang cukup memuaskan, Abu Thalib menyuruh beliau dan Ali agar menguatkan hati.

Orang-orang Quraisy Mendengar Kabar secara Global

Setelah melihat beberapa kejadian di sana-sini, ternyata dakwah Islam sudah didengar orang-orang Quraisy pada tahapan ini, sekalipun dakwah itu masih dilakukan a sembunyi-sembunyi dan perorangan. Namun, mereka tidak ambil peduli.

Muhammad Al-Ghazali menuturkan, kabar tentang dakwah Islam ini sudah mulai menyebar di kalangan orang-orang Quraisy, namun mereka tidak ambil peduli. Sebab, mereka mengira bahwa Muhammad hanya salah seorang di antara mereka yang peduli terhadap urusan agama. yang suka berbicara tentang masalah ketuhanan dan hak-haknya.

BACA JUGA: Abu Bakar Ash-Shiddiq, Khalifah Rasulullah ﷺ

Seperti yang biasa dilakukan Umayyah bin Ash-Shallat, Qus bin Sa’idah, Amr bin Nufail dan orang-orang yang lain. Tetapi, lama-kelamaan ada pula perasaan khawatir yang mulai menghantui mereka karena pengaruh tindakan beliau. Oleh karena itu mereka mulai menaruh perhatian terhadap dakwah beliau.

Selama tiga tahun dakwah masih dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan perorangan. Selama jangka waktu ini telah terbentuk sekelompok orang Mukmin yang senantiasa menguatkan hubungan persaudaraan dan saling bahu membahu. Penyampaian dakwah terus dilakukan, hingga turun wahyu yang mengharuskan Rasulullah menampakkan dakwah kepada kaumnya, menjelaskan kebatilan mereka, dan menyerang berhala-berhala sesembahan mereka. []

Sumber: Sirah Nabawiyah Peerjalanan Hidup Yang Agung Muhammad/ Penulis: Syaikh Shafiyyurahman al-Mubarakfuri/ Penerbit: Darussalam

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Sirah

Pertolongan Allah

Sirah

Rasa Tanggung Jawab dan Iman kepada Akhirat dari Para Sahabat Nabi

Sirah

Penyesalan Sang Kakek

Sirah

Aminah Wafat