Dia hidup bersama ibunya dalam satu rumah, ditemani seorang pembantu yang mengurusi dan melayani ibunya. Dia adalah orang yang keras tabiatnya dan buruk perlakuannya, bahkan kepada ibunya yang telah kehilangan penglihatan dan lumpuh sekalipun.
Bukannya bersimpati kepada ibunya dan memperlakukannya dengan penuh kasih sayang, dia malah memperdengarkan kepadanya kata-kata kasar yang dapat menyakitinya dan melukai hatinya.
Suatu hari, anak durhaka ini pergi bersama ibunya ke bank untuk mengambil gaji bulanan ibunnya. Dia mendudukkan ibunya di atas kursi roda lalu mendorongnya. Selama perjalanan ke bank ia terus menggerutu dan melontarkan kata-kata yang menyakitkan. Ibunya mendengar anak ini mengatakan, “Kamu adalah wanita yang buta lagi lumpuh. Saya telah diuji dengan keadaanmu ini.”
BACA JUGA: Do’a Berlindung Dari Keburukan Pasangan, Anak, Tetangga, Harta Dan Kawan Yang Berbuat Makar
Ucapan ini menyakiti hati ibunya, namun ia tidak berbicara sepatah kata pun.
Ibunya menangis karena ucapannya itu. Namun, anak ini kembali melontarkan kata-kata yang menyakitkan, “Demi Allah, kalau bukan karena gaji pensiunan ini, pasti aku telah mengantarmu ke panti jompo.” Dia lontarkan perkataan tersebut sambil menghela nafas karena kesal dan menyesal.
Sedangkan ibu yang lemah ini telah hancur hatinya karena rasa sakit ketika mendengar ucapan anaknya yang durhaka.
Setelah urusan selesai, anak ini pulang bersama ibunya.
Sesampainya di rumah, dia langsung mengambil gaji ibunya yang baru saja dia terima dari bank dan meninggalkannya bersama pembantu. Dia pergi bersenang-senang bersama teman-temannya; duduk di sofa-sofa dan pergi tamasya tanpa sedikit pun memerhatikan ibunya dan mempedulikan keadaannya.
Bahkan dia melarang siapa pun dari kerabat ibunya untuk menjenguknya atau menanyakan tentang keadaannya. Jika dia melihat salah seorang dari mereka, maka dia pun mengusirnya atau memperdengarkan padanya ucapan yang keji, menakut-nakuti juga mengancamnya.
Beginilah ibu yang sengsara ini menghadapi cobaan dari anaknya yang durhaka, namun tidak bisa berbuat apa-apa.
Hingga pada satu hari anak itu melakukan perjalanan bersama teman-temannya ke salah satu negeri tetangga.
Mereka pergi dengan mengendarai mobil. Selesai menghabiskan liburan, mereka kembali ke negeri mereka. Saat perjalanan kembali itulah mobil yang mereka tumpangi terbalik, hingga mereka menderita luka-luka ringan kecuali anak yang durhaka itu.
Dia dimasukkan ke ruang perawatan dan berada di rumah sakit sekitar satu bulan. Kemudian dia keluar dari rumah sakit dengan duduk di atas kursi roda dalam keadaan lumpuh dan tidak dapat bergerak.
Maka, terulanglah kejadian kepergiannya ke bank. Namun sekarang dia tidak pergi bersama ibunya yang duduk di atas kursi roda dan dia yang mendorongnya untuk menerima gaji, tetapi dia yang duduk di atas kursi roda dan didorong oleh pembantu untuk menerima gajinya.
BACA JUGA: Peringatan Sunah Nabi dari Perbuatan Durhaka
Sesungguhnya ibu itu sosok yang penuh cinta dan kasih sayang. Tidak ada yang merasakan nikmat ini kecuali orang yang telah kehilangan (nikmat tersebut). Namun sebagian anak ada yang berhati keras seperti batu, bahkan lebih keras dari itu. Allah ‘Azza wa Jalla Maha Perkasa lagi mempunyai (kekuasaan untuk) menyiksa, dan hukuman bagi perbuatan durhaka kepada orang tua itu akan disegerakan di dunia.
Setelah kita membaca kisah ini, kita jadi mengerti akan akibat dari perbuatan durhaka. Oleh karena itu, barangsiapa yang ibunya masih hidup maka hendaklah bersyukur kepada Allah lalu mencium kepalanya dan kedua tangan. Karena Allah akan memuliakan seseorang dengan doa kedua orang tuanya.
Barangsiapa yang telah kehilangan kedua orang tuanya maka hendaklah dia berdoa dan memohonkan ampunan bagi mereka agar Allah mengumpulkan mereka di tempat rahmat-Nya. Karena Dia Zat Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. []
Sumber: Kisah Anak Durhaka dan Orang Tua Lalai / Penulis: Khalid Abu Shalih / Penerbit: Aqwam / Cetakan 2: Cetakan II: Jului 2018 M/Dzul Qa’dah 1439 H
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


