JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Yaumul Hisab

Kehidupan Sebenarnya di Akhirat

Allah ﷻ mengingatkan manusia tentang hakikat hidup yang sering dilupakan. Hidup di dunia ini hanyalah sementara, sekadar jalan menuju kehidupan yang sesungguhnya: kehidupan akhirat. Karena itu, dalam firman-Nya, Allah ﷻ mendahulukan penyebutan kematian daripada kehidupan:

‎الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلا

“Dialah (Allah) yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kalian, siapa di antara kalian yang terbaik amalnya.” (QS. Al-Mulk: 2)

Para ulama menafsirkan, penyebutan kematian lebih dahulu agar manusia sadar: akhir dari perjalanan dunia adalah kematian, dan setelahnya akan dimulai kehidupan abadi yang menentukan nasib kita selamanya.

Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata: “Kematian akan ditemui di dunia, sedangkan kehidupan yang sesungguhnya adalah di akhirat.”

BACA JUGA: Dunia atau Akhirat, Mana yang Lebih Menarik?

Maka, dunia hanyalah persinggahan singkat. Ia seperti ladang tempat menanam, sementara hasil panennya akan kita nikmati atau sesali di akhirat.

Dunia Adalah Ujian, Akhirat Adalah Balasan

Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah pernah berkata: “Wahai anak Adam, engkau hanyalah kumpulan dari hari-hari. Setiap kali satu hari berlalu, maka berkuranglah bagian dari dirimu.”

Betapa singkatnya umur manusia. Allah ﷻ menciptakan hidup dan mati bukan untuk sia-sia, tetapi sebagai ujian siapa yang benar-benar beramal shalih. Dunia sering tampak indah, penuh gemerlap, tetapi semua itu hanyalah fatamorgana.

Allah ﷻ berfirman:

وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

“Dan tidaklah kehidupan dunia itu melainkan kesenangan yang menipu.” (QS. Ali Imran: 185)

Karena itu, ulama salaf mengingatkan agar jangan tertipu. Umar bin Abdul Aziz rahimahullah pernah berkata: “Dunia ini bukan tempat tinggal yang kekal. Allah telah menakdirkan dunia akan hancur, dan Dia menetapkan bahwa akhirat adalah negeri yang kekal abadi.”

Menyadari Hakikat Kematian

Kematian adalah pintu yang pasti dilewati. Tidak ada seorang pun yang bisa menundanya barang sekejap. Imam Al-Qurtubi rahimahullah berkata: “Ketahuilah, sesungguhnya perjalanan menuju akhirat adalah dekat. Maka persiapkanlah bekalmu, karena tujuan perjalananmu adalah surga atau neraka.”

Setiap amal kita akan dipertanggungjawabkan. Dunia hanyalah kesempatan emas yang tidak akan kembali. Karena itu, Allah ﷻ mendahulukan penyebutan kematian sebelum kehidupan, sebagai dorongan agar kita segera beramal shalih sebelum ajal menjemput.

BACA JUGA: Bencana-bencana Ilmu serta Penjelasan antara Ulama Su’ dan Ulama Akhirat

Penutup

Hidup di dunia hanyalah sekelebat, ibarat mimpi di malam hari. Sedangkan kehidupan akhirat adalah realitas yang abadi. Barangsiapa mempersiapkan diri dengan iman dan amal shalih, maka ia akan mendapatkan kebahagiaan yang hakiki. Namun, barangsiapa lalai dan tertipu oleh dunia, maka penyesalan yang tiada habis akan menantinya.

Mari kita renungkan firman Allah ﷻ:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah setiap jiwa memperhatikan apa yang telah ia persiapkan untuk hari esok.” (QS. Al-Hasyr: 18)

Semoga Allah ﷻ menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang senantiasa sadar, menyiapkan bekal, dan merindukan kehidupan sebenarnya di akhirat. []

📚 Referensi
Al-Qur’anul Karim, QS. Al-Mulk: 2, QS. Ali Imran: 185, QS. Al-Hasyr: 18
Tafsir Ibnu Katsir (1/62)
Tafsir Al-Qurtubi (18/205)
Siyar A’lam An-Nubala, Imam Adz-Dzahabi (4/585) – perkataan Hasan Al-Bashri
Hilyatul Auliya, Abu Nu’aim (5/292) – perkataan Umar bin Abdul Aziz

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Yaumul Hisab

Kondisi Anak kecil dan Orang Gila di Alam Kubur

Yaumul Hisab

Apakah Umat-umat Terdahulu Ditanya dalam Kubur?

Yaumul Hisab

Kebanyakan Penghuni Neraka Adalah Para Wanita?

Yaumul Hisab

Di Mana Tempatnya Neraka?