Allah Ta’ala berfirman dalam Surah Qaaf ayat 18:
“مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ”
“Tidak ada suatu kata pun yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat).” (QS. Qaaf: 18)
Ayat ini mengingatkan kita bahwa setiap kata yang keluar dari mulut manusia tidak akan luput dari pengawasan Allah. Tidak ada yang tersembunyi, tidak ada yang terlupakan, karena selalu ada malaikat pencatat yang ditugaskan secara khusus. Dalam riwayat-riwayat, dua malaikat ini dikenal sebagai Raqib dan Atid, yang mencatat amal baik dan amal buruk.
BACA JUGA: Makna Sakit
Sungguh, ini adalah peringatan yang mendalam bagi setiap Muslim. Kita hidup dalam dunia yang kata-kata begitu mudah keluar dari lisan—dalam percakapan, candaan, komentar media sosial, bahkan keluhan dan umpatan. Namun, ayat ini mengajarkan bahwa semua itu tidaklah berlalu begitu saja. Semua dicatat, semua dihitung, dan semua akan dimintai pertanggungjawaban kelak.
Bahkan, sebagaimana disebutkan oleh seorang tabi’in terkenal, Thawus bin Kaisan rahimahullah, beliau berkata: “Tidak ada satu ucapan pun yang diucapkan oleh anak Adam, kecuali pasti akan dicatat, bahkan rintihannya ketika ia sedang sakit.” (Shifatus Shafwah, 2/591; Hilyatul Auliya, 4/4)
Bayangkan, rintihan orang sakit—yang mungkin keluar secara refleks, tanpa sengaja, tanpa niat—itu pun dicatat oleh malaikat. Hal ini menunjukkan betapa detilnya amal perbuatan kita diperhatikan oleh Allah. Apalagi jika kata-kata itu mengandung unsur dosa, seperti dusta, ghibah, cercaan, atau mengeluh kepada makhluk tentang takdir Allah.
Namun sebaliknya, betapa besarnya pahala jika lisan digunakan untuk berzikir, membaca Al-Qur’an, mengucap salam, mendoakan sesama, dan menyampaikan kebaikan. Setiap ucapan yang baik juga akan ditulis dan akan menjadi saksi pada hari kiamat.
BACA JUGA: Ucapan “Aamiin” dan Imam Mengeraskannya dalam Shalat
Maka marilah kita lebih menjaga lisan, berpikir sebelum berbicara, dan menahan diri dari ucapan yang tidak bermanfaat. Karena lisan bisa menjadi sebab keselamatan, tetapi juga bisa menjadi sebab kehancuran.
Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ: “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Semoga Allah memberi kita kekuatan untuk menjaga lisan, dan menjadikan setiap ucapan kita sebagai amal saleh yang bernilai di sisi-Nya. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


