Di balik langkah awal dakwah Rasulullah ﷺ, berdirilah sosok perempuan agung yang menjadi tiang penopang, pelipur lara, dan kekuatan dalam kesunyian perjuangan. Dialah Bunda Khadijah binti Khuwailid, istri pertama Rasulullah ﷺ — wanita mulia yang namanya harum di langit dan dicintai oleh para malaikat.
Bunda Khadijah bukan hanya wanita kaya, terhormat, dan terpandang di tengah masyarakat Quraisy, tapi juga seorang wanita cerdas dan berhati luhur. Saat banyak lelaki menginginkan dirinya karena hartanya, Khadijah memilih Rasulullah ﷺ karena akhlaknya. Ia melihat kejujuran dalam diri Muhammad bin Abdullah, jauh sebelum kenabian datang. Dan ketika keduanya menikah, tak hanya kebahagiaan rumah tangga yang mereka rasakan, tapi juga bersiap menjadi pasangan yang kelak memikul beban wahyu Ilahi.
BACA JUGA: Khadijah binti Khuwailid r.a.
Ketika wahyu pertama turun di Gua Hira dan Nabi pulang dalam keadaan gemetar, Khadijah tidak menghakimi atau meragukan suaminya. Justru dengan tenang dan yakin, ia berkata:
“Demi Allah, Allah tidak akan menghinakanmu selamanya. Engkau menyambung silaturrahim, jujur dalam berkata, menanggung beban orang lain, memuliakan tamu, dan menolong orang yang tertimpa musibah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dialah orang pertama yang beriman kepada kenabian Rasulullah ﷺ. Tidak ada keraguan dalam dirinya, tidak pula rasa takut terhadap gangguan masyarakat Quraisy. Bahkan, seluruh hartanya ia serahkan untuk dakwah suaminya. Dalam kepungan boikot ekonomi di lembah Abu Thalib, ia bertahan tanpa keluhan, menahan lapar, demi mendampingi Nabi yang ia cintai.
Ulama besar Ibnul Jauzi berkata,
“Khadijah adalah wanita paling sempurna imannya, akalnya, dan kesabarannya.”
Kesetiaan dan cintanya begitu mendalam hingga Rasulullah ﷺ tak pernah melupakannya, meski Khadijah telah wafat. Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata dengan cemburu:
“Aku tidak pernah cemburu terhadap istri-istri Nabi selain Khadijah, padahal aku tidak pernah melihatnya.” (HR. Bukhari)
BACA JUGA: Rumah Tangga Nabi dan Khadijah
Bunda Khadijah wafat dalam keadaan ridha dan diridhai. Jibril pun pernah datang kepada Nabi ﷺ membawa salam dari Allah dan dari dirinya untuk Khadijah, serta memberi kabar gembira:
“Sesungguhnya Allah telah menyediakan untuknya rumah di surga dari mutiara, di dalamnya tidak ada kesulitan dan tidak ada kepayahan.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Bunda Khadijah adalah teladan bagi seluruh perempuan beriman: kuat dalam iman, lembut dalam cinta, kokoh dalam perjuangan. Namanya akan terus dikenang, sebagai wanita pertama yang beriman, dan cinta pertama yang tak tergantikan dalam hati Rasulullah ﷺ. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


