JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Nasihat

Untuk Apa Mengeluh pada Makhluk?

Setiap manusia pasti pernah merasakan beratnya ujian hidup. Ada kalanya hati terasa sempit, dada sesak, dan pikiran penuh oleh masalah. Saat itu, mulut ingin berucap, tangan ingin menuliskan, atau telinga ingin mencari tempat untuk mencurahkan beban. Namun, kepada siapakah seharusnya seorang Muslim mengadukan keluh kesahnya?

Imam Ibnul Jauzi rahimahullah berkata, *“Para salaf terdahulu tidak menyukai mengeluh kepada makhluk. Walaupun pada keluhan ada ketenangan, namun itu menunjukkan kelemahan dan kerendahan. Sedangkan bersabar menunjukkan kekuatan dan kemuliaan.”* (Ats Tsabat ‘Indal Mamaat).

BACA JUGA:  Apa Maksud dari Pemahaman Berbuat Ihsan kepada Allah dan kepada Makhluk?

Perkataan ini mengandung hikmah yang dalam. Mengeluh kepada makhluk mungkin memberikan rasa lega sesaat, tetapi pada hakikatnya ia memperlihatkan kelemahan diri. Manusia yang kita keluhkan juga tak memiliki kuasa penuh untuk menolong kita. Mereka hanya bisa mendengar, menghibur, atau sekadar memberi saran. Tetapi solusi hakiki tetap berada di tangan Allah Ta’ala.

Para ulama salaf terdahulu sangat berhati-hati dalam menjaga hati dan lisannya. Mereka lebih memilih menahan keluhan, meski batin diliputi kesedihan, karena mereka tahu Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui. Mengadu kepada Allah bukan hanya menunjukkan penghambaan, tetapi juga bukti tawakal yang sejati. Allah berfirman melalui lisan Nabi Ya’qub ‘alaihissalam: *“Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.”* (QS. Yusuf: 86).

Bersabar atas ujian adalah tanda kemuliaan seorang hamba. Sabar bukan berarti diam tanpa usaha, melainkan menahan diri dari keluh kesah, menjaga lisan, dan menata hati agar tetap ridha terhadap takdir Allah. Dengan bersabar, seorang Muslim meneguhkan dirinya bahwa semua kesulitan hanyalah sementara, sedangkan pahala bagi orang yang sabar tidak terbatas.

Mengeluh kepada manusia seringkali justru melemahkan martabat kita. Ada kalanya keluhan itu hanya menjadi bahan cerita, bahkan bisa membuka aib diri sendiri. Sedangkan jika kita bersabar dan menyerahkan semuanya kepada Allah, maka Allah akan membuka jalan keluar dari arah yang tidak disangka-sangka.

BACA JUGA:  Berdoa atau Mengeluh?

Hidup ini memang penuh ujian. Namun, jangan biarkan keluhan menjadikan kita lemah di hadapan makhluk. Lebih baik memperbanyak doa, istighfar, dan munajat di hadapan Allah. Dialah sebaik-baik tempat mengadu, sebaik-baik penolong, dan sebaik-baik pemberi solusi.

Akhirnya, marilah kita belajar meneladani para salaf dalam menjaga lisan dan hati. Ketika musibah datang, tahanlah keluhan dari makhluk. Sebaliknya, curahkan seluruh isi hati hanya kepada Allah. Karena di situlah letak kekuatan, kemuliaan, dan keteguhan seorang hamba yang beriman. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Nasihat

Saudaraku, kalau Tidak Bisa Pertahankan atau Tambah Ketaatan, Janganlah Bermaksiat

Nasihat

Dosa Menurunkan Derajat, Taubat Mengangkatnya

Nasihat

Sedekah untuk Diri Sendiri, Jangan Lakukan Keburukan pada Orang Lain

Nasihat

Saudaraku, Jangan Tunda Sedekah