JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Kajian

Berlindung dari 5 Perkara

Akhirat, Rukun Islam

Disebutkan sebuah hadits dalam kitab Sunan Ibnu Majah, dari Abdullah bin Umar bin al-Khaththab, dia mengatakan: “Akulah orang kesepuluh dari sepuluh kelompok Muhajirin yang ada di sisi Rasulullah. Pada saat itu, beliau menghadapkan wajahnya kepada kami kemudian bersabda:

(( يَا مَعْشَرَ الْمُهَاجِرِينَ خَمْسُ خِصَالٍ وَأَعُوْذُ بِاللَّهِ أَنْ تُدْرِكُوْهُنَّ : مَا ظَهَرَتِ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ حَتَّى أَعْلَنُوْا بِهَا إِلَّا ابْتُلُوا بِالطَّوَاعِيْنِ وَالْأَوْجَاعِ الَّتِي لَمْ تَكُنْ فِي أَسْلَافِهِمُ الَّذِينَ مَضَوْا، وَلَا نَقَصَ قَوْمُ الْمِكْيَالَ وَالْمِيزَانَ إِلَّا ابْتُلُوا بِالسِّنِينَ وَشِدَّةِ الْمَؤْوْنَةِ وَجَوْرِ السُّلْطَانِ، وَمَا مَنَعَ قَوْمٌ زَكَاةَ أَمْوَالِهِمْ إِلَّا مُنِعُوا الْقَطْرَ مِنَ السَّمَاءِ فَلَوْلَا الْبَهَائِمُ لَمْ يُمْطَرُوا ، وَلَا خَفَرَ قَوْمُ الْعَهْدَ إِلَّا سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ عَدُوًّا مِنْ غَيْرِهِمْ، فَأَخَذُوا بَعْضَ مَا فِي أَيْدِيهِمْ، وَمَا لَمْ تَعْمَلُ أَئِمَّتُهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ فِي كِتَابِهِ إِلَّا جَعَلَ اللَّهُ بَأْسَهُمْ بَيْنَهُمْ.))

“Hai kaum Muhajirin, aku berlindung kepada Allah dari lima perkara dan semoga kalian tidak mengalaminya. Tidaklah tampak perbuatan keji (zina) pada suatu kaum, sampai-sampai mereka melakukannya secara terang-terangan, melainkan mereka akan ditimpa cobaan berupa berbagai wabah tha’un dan penyakit yang belum pernah dialamبلمان ت orang-orang sebelum mereka. Tidaklah suatu kaum mengurangi takaran dan timbangan, melainkan mereka akan ditimpa cobaan berupa kekeringan selama bertahun-tahun, paceklik, dan penguasa yang zhalim. Tidaklah suatu kaum menolak membayar zakat dari harta yang mereka miliki, melainkan curahan air dari langit akan ditahans bahkan sekiranya bukan karena binatang ternak, niscaya tidak akan turun hujan kepada mereka. Tidaklah suatu kaum melanggar janji, melainkan Allah akan menjadikan musuh, yang bukan dari golongan mereka, lantas musuh-musuh itu mengambil sebagian harta yang ada di tangan mereka. Tidaklah para imam mereka mengabaikan apa yang Allah turunkan dalam Kitab-Nya, melainkan Allah akan menjadikan mereka saling bermusuhan.”

BACA JUGA: Nabi Mengetahui Apa yang Tidak Diketahui Umatnya

Disebutkan dalam al-Musnad dan as-Sunan, dari Amr bin Murrah, dari Salim bin Abil Ja’d, dari Abu Ubaidah bin Abdillah bin Mas’ud, dari ayahnya, dia mengatakan bahwa Rasulullah bersabda:

(( إِنَّ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ كَانَ إِذَا عَمِلَ الْعَامِلُ فِيهِمْ بِالْخَطِيئَةِ جَاءَهُ النَّاهِي تَعْذِيرًا، فَإِذَا كَانَ الْعَدُ جَالَسَهُ وَوَاكَلَهُ وَشَارَبَهُ، كَأَنَّهُ لَمْ يَرَهُ عَلَى خَطِيئَةٍ بِالْأَمْسِ، فَلَمَّا رَأَى اللهُ عَزَّ وَجَلَّ ذَلِكَ مِنْهُمْ ضَرَبَ بِقُلُوْبِ بَعْضِهِمْ عَلَى بَعْضٍ، ثُمَّ لَعَنَهُمْ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّهِمْ دَاوُدَ وَعِيسَى بْنِ مَرْيَمَ، ذَلِكَ بِمَا عَصَوْا وَكَانُوا يَعْتَدُونَ. وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَتَأْمُرُنَّ بِالْمَعْرُوْفِ، وَلَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ، وَلَتَأْخُذُنَّ عَلَى يَدِ السَّفِيْهِ وَلَتَأْظُرُنَّهُ عَلَى الْحَقِّ أَطْرًا، أَوْ لَيَضْرِبَنَّ اللهُ بِقُلُوْبِ بَعْضِكُمْ عَلَى بَعْضٍ، ثُمَّ لَيَلْعَنَكُمْ كَمَا لَعَنَهُمْ ))

“Sesungguhnya pernah terjadi pada orang-orang sebelum kalian, yakni apabila ada di antara mereka yang berbuat dosa, maka datanglah orang yang melarang itu sekadarnya. Keesokan harinya, orang yang melarang tadi duduk-duduk bersama orang yang melakukan dosa, serta menemaninya makan dan minum, seolah-olah kemarin dia tidak melihatnya melakukan dosa. Ketika melihat hal tersebut terjadi pada sebagian mereka, Allah ses membenturkan hati sebagiannya atas sebagian yang lain, kemudian melaknat mereka melalui lisan Nabi-Nya, Daud dan ‘Isa bin Maryam. Hal ini dikarenakan kemaksiatan dan sikap mereka yang melampaui batas. Demi yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, hendaklah kalian benar-benar menyuruh berbuat kebaikan, mencegah kemunkaran, dan memegang tangan orang yang bodoh lalu menuntunnya kepada kebenaran. Jika tidak demikian, Allah akan membenturkan hati sebagian kalian atas sebagian yang lain, lantas Dia melaknat kalian, sebagaimana Dia melaknat mereka.”

Ibnu Abid Dun-ya menyebutkan dari Ibrahim bin Amr as-Shan’ani, ia berkata: “Allah memberi wahyu kepada Yusya bin Nun: ‘Sungguh, Aku membinasakan 40.000 orang baik dan 60.000 orang jahat dari kaummu.’ Yusya berkata: ‘Wahai Rabbku, orang-orang jahat itu memang pantas mendapatkannya. Namun, bagaimana dengan orang-orang yang baik? Allah menjawab: ‘Orang-orang itu tidak marah seperti kemarahan-Ku kepada orang-orang jahat tadi, bahkan mereka makan dan minum bersama orang-orang tersebut. ” (Ini merupakan cerita Isra iliyyat. Riwayat ini jelas-jelas ma’dhal. Riwayat tersebut dibawakan oleh al-Baihaqi dalam Sywahed Imán (no. 9428), tetapi dia menyandarkannya kepada al-Wadhin bin Atha)

BACA JUGA: Manusia Tidak akan Binasa hingga Diri Mereka Banyak Berbuat Dosa

Disebutkan oleh Abu Umar bin Abdil Barr, dari Abu Hizzan, dia mengatakan: “Allah mengutus dua Malaikat ke suatu daerah untuk menghancurkannya beserta penduduknya. Selanjutnya, keduanya melihat seorang laki-laki yang tengah melaksanakan shalat di Masjid. Mereka pun berkata: ‘Wahai Rabb kami, di daerah itu terdapat hamba-Mu, Fulan, yang sedang mendirikan shalat.’ Allah berfirman: ‘Hancurkanlah daerah itu sekaligus penduduknya, termasuk dia. Sesungguhnya wajahnya tidak pernah marah karena Aku. (Maksudnya, raut wajah hamba Mukmin itu sama sekali tidak pernah menunjukkan rasa marah ketika melihat kemunkaran yang dilakukan oleh kaumnya. Wallibu a lam, Semua riwayat ini ma’dhal, tidak shahih. Untuk mengetahui lebih lanjut siapa sebenarnya Abu Hizzan, lihat kitab al Istigbni fil Kuna (1/981). []

Sumber: Ad-Daa’ wad Dawaa’, Macam-macam Penyakit hati yang Membahayakan dan Resep Pengobatannya, karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, Pustaka Imam As-Syafi’i, Cetakan ke-10 November 2016 M 

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Kajian

Allah, Sang Mâliku al-Mulk

Kajian

Keutamaan Surah Al-Mulk

Kajian

Kesabaran Itu Karunia dari Allah, Bukan Semata Kekuatan Diri

Kajian

Keadaan Ayah dan Ibu Nabi ﷺ di Akhirat