Wanita merupakan perhiasan di bumi ini. Kehadirannya membuat kehidupan lebih indah dan penuh makna. Mereka diciptakan Allah dengan keistimewaan yang sangat berharga, sehingga kedudukannya begitu mulia dalam pandangan agama. Namun, sebagaimana manusia pada umumnya, wanita juga memiliki titik kelemahan. Di antara yang sering dibicarakan adalah kelemahan dalam hal akal dan agamanya. Pertanyaannya, benarkah demikian?
Hakikat Akal dan Perasaan Wanita
Secara bahasa, akal berasal dari kata ‘iqaal yang berarti ikatan, yaitu sesuatu yang mengikat agar tidak bergerak bebas. Fungsinya adalah memberikan pertimbangan, menimbang baik dan buruk, serta memilih yang benar dari yang salah. Akan tetapi, dalam kenyataannya, akal terkadang lemah ketika berhadapan dengan perasaan.
Wanita, dengan fitrah yang Allah berikan, lebih dominan menggunakan perasaan dan emosinya dibanding pria. Sebaliknya, pria cenderung lebih banyak menggunakan akalnya. Maka tidak heran jika Allah menugaskan wanita dengan peran-peran yang sangat erat kaitannya dengan perasaan, seperti mengandung, menyusui, dan memelihara anak. Semua itu menuntut kelembutan hati dan kasih sayang yang besar.
BACA JUGA: Jalan Surga bagi Wanita Muslimah
Sufyan ats-Tsauri pernah berkata, “Seorang ibu memiliki kedudukan yang tidak bisa digantikan oleh siapapun. Ia diberi hati yang penuh kasih sayang agar mampu menunaikan amanah besar itu.” Hal ini menunjukkan bahwa kelembutan perasaan justru merupakan kekuatan, bukan kelemahan.
Keseimbangan Antara Akal dan Perasaan
Perasaan seorang ibu yang penuh kasih sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, seorang ayah yang tegas mungkin menganggap perlu memberi hukuman untuk mendidik anak. Namun, ibu dengan dorongan perasaan lembut sering kali mencegah tindakan yang terlalu keras itu. Dengan demikian, anak mendapatkan keseimbangan: kekuatan akal dari ayah dan kelembutan perasaan dari ibu.
Maka, jika disebut bahwa akal wanita “lebih lemah” dibanding pria, hal itu bukanlah cela. Justru perbedaan inilah yang membuat kehidupan berjalan seimbang. Kelebihan wanita pada sisi perasaan adalah kebanggaan sekaligus kekuatan, karena darinyalah lahir kasih sayang yang menjadi pilar keluarga.
Makna Kurang Agama
Selain itu, Rasulullah ﷺ pernah menjelaskan bahwa wanita mengalami “kekurangan agama”, yang maksudnya bukan cela, melainkan adanya keringanan dari Allah. Wanita tidak diwajibkan shalat dan puasa saat haid dan nifas. Mereka juga tidak diwajibkan shalat Jum’at maupun jamaah. Maka secara jumlah ibadah wajib, memang wanita lebih sedikit dibanding pria.
Namun, ini bukan berarti pahala wanita lebih kecil. Allah menegaskan dalam firman-Nya:
“Bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan dan bagi para wanita ada bagian dari apa yang mereka usahakan.” (QS. An-Nisa: 32)
Dengan kata lain, pahala tidak diukur dari banyaknya jumlah kewajiban, tetapi dari kesungguhan dalam menunaikan amanah sesuai peran masing-masing. Hasan al-Bashri pernah menasihati, “Allah tidak melihat siapa yang lebih banyak amalnya, tetapi siapa yang lebih ikhlas dalam amalnya.”
BACA JUGA: Mandi Junub bagi Wanita
Penutup
Dari sini jelaslah bahwa perbedaan antara pria dan wanita bukanlah bentuk diskriminasi, tetapi pembagian peran yang adil dan bijak dari Allah. Pria ditugasi dengan kekuatan akal dan tanggung jawab besar di masyarakat, sementara wanita diberi amanah besar di ranah kasih sayang dan pendidikan generasi.
Karena itu, seorang wanita tidak perlu merasa rendah diri. Sebaliknya, ia seharusnya bangga dengan keistimewaan yang Allah berikan. Yang terpenting adalah bagaimana setiap wanita berusaha menjadi hamba Allah yang taat, menjalani perannya dengan ikhlas, serta berpegang pada syariat.
Imam Ibnul Qayyim berkata, “Kemuliaan seorang hamba bukan pada jenis kelaminnya, tetapi pada kadar taqwa dan ketaatannya kepada Allah.”
Maka, jadilah wanita sejati: yang memahami kodratnya, menjaga kehormatan dirinya, serta menunaikan perannya dengan penuh kesungguhan. Karena Allah Maha Adil, dan setiap amal akan diberi balasan sesuai kadar usaha dan keikhlasannya. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


